TUGU Pertahankan Rating A- dari AM Best, Begini Prospeknya di 2025
Jum'at, 31 Januari 2025 - 15:43 WIB
loading...
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk di awal tahun 2025 berhasil mempertahankan peringkat A- dari AM Best. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) di awal tahun 2025 berhasil mempertahankan peringkat A- dari lembaga pemeringkat internasional AM Best selama 9 tahun berturut-turut. Ekspansi TUGU ke segmen ritel turut menjadi sorotan dalam laporan tersebut maupun analis.
Dalam laporan terbaru yang dirilis pada 24 Januari 2025, TUGU berhasil mempertahankan Financial Strength Rating (FSR) di level A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (Long-Term ICR) di a- (Excellent). Selain itu, di tingkat nasional, TUGU juga meraih Indonesia National Scale Rating (NSR) dengan peringkat tertinggi, yaitu aaa.ID (Exceptional).
Baca Juga: Investor Incar Sektor Asuransi Umum di 2024, Jumlah Pemegang Saham Capai 4.324
AM Best menyoroti beberapa faktor yang menjadi penopang utama kekuatan TUGU, di mana salah satunya adalah neraca keuangan yang sangat kuat, didukung kapitalisasi berbasis risiko (risk-adjusted capitalisation) yang tetap berada di level terkuat. Dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi, terutama mayoritas pada obligasi dan deposito, TUGU dinilai mampu menjaga stabilitas finansialnya.
Dalam hal kinerja operasional, TUGU dinilai menunjukkan performa yang impresif. Pada 2023, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga Rp 1,3 triliun, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh penyelesaian kasus hukum yang memberikan keuntungan signifikan.
Sebagai salah satu pemain besar di industri asuransi Indonesia, TUGU menduduki posisi kelima berdasarkan pangsa pasar di 2023. Keunggulan utama perusahaan ini adalah akses langsung ke bisnis-bisnis milik grup Pertamina, induk usaha mereka. Selain itu, TUGU terus memperluas portofolionya ke segmen reasuransi dan bisnis ritel untuk mendukung diversifikasi pendapatan.
AM Best juga menilai langkah-langkah strategis yang diambil TUGU untuk memperbaiki portofolio bisnisnya akan membantu memperkuat kinerja di 2024. Penegasan peringkat dari AM Best menunjukkan bahwa TUGU masih menjadi salah satu perusahaan asuransi umum terpercaya di Indonesia.
"Dengan perolehan global rating A- selama 9 tahun berturut-turut, kiranya dapat meningkatkan kepercayaan para pelanggan baik di segmentasi korporasi maupun ritel," ungkap Analis BCA Sekuritas Ryan Santoso dalam keterangan pers, Jumat (31/1/2025).
Ryan juga menyoroti strategi TUGU untuk terus berekspansi ke segmen ritel, utamanya pada lini motor vehicle, fire and property dan travel. Ia menjelaskan bahwa upaya strategi kolaborasi dengan pemain ritel serta transformasi dgital dapat membantu memuluskan usaha TUGU untuk merambah ke segmen ritel setelah menjadi salah satu market leader di layanan korporat.
Baca Juga: 3 Alasan Eropa Belum Mencabut Sanksi terhadap Rusia, Salah Satunya Masih Menginvasi Ukraina
"Karakteristik ritel itu mass market, artinya banyak bermain dengan volume. Untuk capai volume yang skalabel strategi TUGU adalah dengan kolaborasi strategis untuk aksesibilitas basis nasabah serta transformasi digital platform asuransi," tuturnya.
Menurutnya, transformasi digital dengan menghadirkan platform yang dapat diakses untuk ritel menjadi penting karena biaya untuk keagenan tergolong besar. "Dengan platform digital, prosesnya bisa lebih simple, nasabah bisa langsung akses produk asuransi dari TUGU tanpa lewat agen atau broker. Cost untuk agen yang besar bisa dihemat, tapi pada saat yang sama, quality dari underwriting juga tetap bisa dipertahankan dengan baik," paparnya.
Ryan berharap dengan strategi ini TUGU bisa terus memperluas pangsa pasar di segmen ritel dengan pertumbuhan yang berkualitas di tahun 2025 dan ke depan. "Ini sejalan dengan bisnis strategi TUGU yang ingin meningkatkan penetrasi di segmen ritel. Dan lewat strategic partnership ini, TUGU dapat memperluas customer base yang memiliki volume lebih tinggi, dengan menjaga effisiensi biaya komisi agen dan kualitas underwriting yang optimal. Ini bisa menjadi strategi growth yang sustainable," tandasnya.
Guna merambah segmen ritel, TUGU diketahui telah menyiapkan berbagai inisiatif digital seperti t-drive dan t-ride untuk membeli dan klaim asuransi kendaraan yang dilengkapi dengan fitur serta pengalaman dan perilaku berkendara yang aman bagi pengguna. Selain itu, TUGU juga tengah menyiapkan platform direct sales atau website untuk memfasilitasi pembelian langsung produk-produk asuransi retail melalui website perusahaan. Inisiatif digital ini juga didukung langsung dengan beberapa alternatif sistem pembayaran seperti debit, virtual account, kartu kredit dan e-wallet.
Dalam laporan terbaru yang dirilis pada 24 Januari 2025, TUGU berhasil mempertahankan Financial Strength Rating (FSR) di level A- (Excellent) dan Long-Term Issuer Credit Rating (Long-Term ICR) di a- (Excellent). Selain itu, di tingkat nasional, TUGU juga meraih Indonesia National Scale Rating (NSR) dengan peringkat tertinggi, yaitu aaa.ID (Exceptional).
Baca Juga: Investor Incar Sektor Asuransi Umum di 2024, Jumlah Pemegang Saham Capai 4.324
AM Best menyoroti beberapa faktor yang menjadi penopang utama kekuatan TUGU, di mana salah satunya adalah neraca keuangan yang sangat kuat, didukung kapitalisasi berbasis risiko (risk-adjusted capitalisation) yang tetap berada di level terkuat. Dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi, terutama mayoritas pada obligasi dan deposito, TUGU dinilai mampu menjaga stabilitas finansialnya.
Dalam hal kinerja operasional, TUGU dinilai menunjukkan performa yang impresif. Pada 2023, perseroan mencatatkan lonjakan laba bersih hingga Rp 1,3 triliun, atau naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh penyelesaian kasus hukum yang memberikan keuntungan signifikan.
Sebagai salah satu pemain besar di industri asuransi Indonesia, TUGU menduduki posisi kelima berdasarkan pangsa pasar di 2023. Keunggulan utama perusahaan ini adalah akses langsung ke bisnis-bisnis milik grup Pertamina, induk usaha mereka. Selain itu, TUGU terus memperluas portofolionya ke segmen reasuransi dan bisnis ritel untuk mendukung diversifikasi pendapatan.
AM Best juga menilai langkah-langkah strategis yang diambil TUGU untuk memperbaiki portofolio bisnisnya akan membantu memperkuat kinerja di 2024. Penegasan peringkat dari AM Best menunjukkan bahwa TUGU masih menjadi salah satu perusahaan asuransi umum terpercaya di Indonesia.
"Dengan perolehan global rating A- selama 9 tahun berturut-turut, kiranya dapat meningkatkan kepercayaan para pelanggan baik di segmentasi korporasi maupun ritel," ungkap Analis BCA Sekuritas Ryan Santoso dalam keterangan pers, Jumat (31/1/2025).
Ryan juga menyoroti strategi TUGU untuk terus berekspansi ke segmen ritel, utamanya pada lini motor vehicle, fire and property dan travel. Ia menjelaskan bahwa upaya strategi kolaborasi dengan pemain ritel serta transformasi dgital dapat membantu memuluskan usaha TUGU untuk merambah ke segmen ritel setelah menjadi salah satu market leader di layanan korporat.
Baca Juga: 3 Alasan Eropa Belum Mencabut Sanksi terhadap Rusia, Salah Satunya Masih Menginvasi Ukraina
"Karakteristik ritel itu mass market, artinya banyak bermain dengan volume. Untuk capai volume yang skalabel strategi TUGU adalah dengan kolaborasi strategis untuk aksesibilitas basis nasabah serta transformasi digital platform asuransi," tuturnya.
Menurutnya, transformasi digital dengan menghadirkan platform yang dapat diakses untuk ritel menjadi penting karena biaya untuk keagenan tergolong besar. "Dengan platform digital, prosesnya bisa lebih simple, nasabah bisa langsung akses produk asuransi dari TUGU tanpa lewat agen atau broker. Cost untuk agen yang besar bisa dihemat, tapi pada saat yang sama, quality dari underwriting juga tetap bisa dipertahankan dengan baik," paparnya.
Ryan berharap dengan strategi ini TUGU bisa terus memperluas pangsa pasar di segmen ritel dengan pertumbuhan yang berkualitas di tahun 2025 dan ke depan. "Ini sejalan dengan bisnis strategi TUGU yang ingin meningkatkan penetrasi di segmen ritel. Dan lewat strategic partnership ini, TUGU dapat memperluas customer base yang memiliki volume lebih tinggi, dengan menjaga effisiensi biaya komisi agen dan kualitas underwriting yang optimal. Ini bisa menjadi strategi growth yang sustainable," tandasnya.
Guna merambah segmen ritel, TUGU diketahui telah menyiapkan berbagai inisiatif digital seperti t-drive dan t-ride untuk membeli dan klaim asuransi kendaraan yang dilengkapi dengan fitur serta pengalaman dan perilaku berkendara yang aman bagi pengguna. Selain itu, TUGU juga tengah menyiapkan platform direct sales atau website untuk memfasilitasi pembelian langsung produk-produk asuransi retail melalui website perusahaan. Inisiatif digital ini juga didukung langsung dengan beberapa alternatif sistem pembayaran seperti debit, virtual account, kartu kredit dan e-wallet.
(fjo)
Lihat Juga :