Rupiah Ambles ke Rp16.453/USD di Awal Pekan, Apa Sebabnya?
Senin, 03 Februari 2025 - 18:55 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terkapar semakin dalam ke zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (3/2/2025). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terkapar semakin dalam ke zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (3/2/2025). Kinerja mata uang Rupiah terpukul seiring dengan potensi tekanan laju inflasi.
Hari ini kurs rupiah terpantau melemah 143,50 poin atau 0,88% menjadi Rp16.448 per dolar AS, menurut data terbaru Bloomberg. Baca Juga: Heboh Kurs Rupiah, Pengamat: Ulah Hacker, Rupiah Rp8.000 Kalau Ekonomi 8% di 2025
Keterpurukan kurs rupiah juga terpantau dalam data JISDOR BI (Bank Indonesia) hari ini. Nilai tukar rupiah tercatat jatuh ke Rp16.453/USD dibandingkan sesi sebelumnya Rp16.312 per dolar AS.
"Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan dampak dari perang dagang justru memicu sikap proteksionis yang akan dilakukan negara lainnya. Baik sebagai bentuk serangan balasan atau sebagai langkah antisipatif menjaga surplus neraca dagangnya," ujar Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin.
Baca Juga: Rupiah Masih Pesakitan usai Libur Panjang, Hari Ini Jatuh ke Rp16.304/USD
"Padahal jika berkaca kepada indikator imbal hasil US Treasury justru mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Yang semestinya menjadi angin segar bagi kemungkinan penguatan mata uang Rupiah. Namun fakta justru berbicara sebaliknya," terangnya.
Hari ini kurs rupiah terpantau melemah 143,50 poin atau 0,88% menjadi Rp16.448 per dolar AS, menurut data terbaru Bloomberg. Baca Juga: Heboh Kurs Rupiah, Pengamat: Ulah Hacker, Rupiah Rp8.000 Kalau Ekonomi 8% di 2025
Keterpurukan kurs rupiah juga terpantau dalam data JISDOR BI (Bank Indonesia) hari ini. Nilai tukar rupiah tercatat jatuh ke Rp16.453/USD dibandingkan sesi sebelumnya Rp16.312 per dolar AS.
"Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan dampak dari perang dagang justru memicu sikap proteksionis yang akan dilakukan negara lainnya. Baik sebagai bentuk serangan balasan atau sebagai langkah antisipatif menjaga surplus neraca dagangnya," ujar Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin.
Baca Juga: Rupiah Masih Pesakitan usai Libur Panjang, Hari Ini Jatuh ke Rp16.304/USD
"Padahal jika berkaca kepada indikator imbal hasil US Treasury justru mengalami penurunan pada perdagangan hari ini. Yang semestinya menjadi angin segar bagi kemungkinan penguatan mata uang Rupiah. Namun fakta justru berbicara sebaliknya," terangnya.
(akr)
Lihat Juga :