Trump Incar Harta Karun Logam Tanah Jarang Ukraina Sebagai Ganti Dukungan AS

Selasa, 04 Februari 2025 - 07:32 WIB
loading...
A A A
"Ukraina memiliki tanah jarang yang sangat berharga," kata Trump kepada wartawan pada hari Senin, waktu setempat.

Menurut presiden, AS "menyerahkan uang kepada mereka (Ukraina) dengan tangan di kepalan tangan" dan menginginkan beberapa 'jaminan'. "Kami ingin melakukan kesepakatan dengan Ukraina di mana mereka akan mengamankan apa yang kami berikan kepada mereka dengan tanah jarang dan hal-hal lainnya," tambahnya.

Pekan lalu, Trump menghentikan semua program bantuan yang dijalankan oleh USAID, sebuah badan yang mendistribusikan miliaran dolar setiap tahun untuk proyek-proyek yang mempromosikan kepentingan AS di seluruh dunia di bawah premis pembangunan kemanusiaan. Badan tersebut mengawasi berbagai skema bantuan di Ukraina.

Sebagai respons atas keinginan Trump, anggota parlemen Ukraina mengimbau Uni Eropa untuk mengganti bantuan Amerika yang hilang. Ia menyebut bantuan asing menjadi "bagian penting dari jalan kita menuju pembangunan dan keberlanjutan demokrasi."

Mereka juga menyatakan bahwa penerima hibah Amerika telah terpukul "lebih buruk dari yang terlihat."

Vladimir Zelensky mengatakan kepada AP dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu, bahwa Kiev telah menerima lebih dari USD75 miliar dalam bentuk bantuan militer dan jenis bantuan lainnya dari Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Trump Belum Nonton Piala...
Trump Belum Nonton Piala Dunia 2026 di Stadion, Presiden FIFA: Berpotensi Picu Pertanyaan Publik
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Rekomendasi
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Antusiasme Tinggi! 6.500...
Antusiasme Tinggi! 6.500 Siswa Ramaikan Audisi Liga Bintang Juara, Babak Utama Segera Dimulai!
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved