Bappenas Nilai ESG Danone Indonesia Bisa Jadi Referensi Global
Rabu, 05 Februari 2025 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan komitmen Danone Indonesia sejak dulu adalah responsibility itu tidak saja sampai di gate factory atau pabrik saja, tapi juga memiliki misi untuk membawa kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dari produk, dan juga menambah dengan inisiatif keberlanjutan. Karena, menurutnya, yang namanya sehat itu tidak akan mungkin dicapai kalau lingkungannya juga tidak sehat.
“Kita punya roadmap yang namanya Danone impact journey dan sudah dijalankan bertahun-tahun. Intinya, memusatkan bahwa kegiatan itu harus punya 3 dampak positif, yaitu terhadap kesehatan, lingkungan, dan karyawan serta masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan, bagi Danone, ESG itu menjadi hal yang sama beriringan dengan bisnis. “Kita punya komitmen untuk iklim. Kita menargetkan Net Zero Emission pada tahun 2050, kemudian juga positive water balance di 2030,” tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, setiap mendesain, ekonomi sirkular harus menjadi elemennya. Selain itu, kata Vera, Danone juga melakukan pertanian regeneratif yang banyak berhubungan dengan kesehatan, pemberdayaan peternak atau petani, serta pengelolaan air.
“Sekalipun ini menjadi beban biaya, tapi kami punya komitmen dan berusaha untuk menjadikannya sebagai value added,” katanya.
Vera menyampaikan, semua bisnis model yang dilakukan Danone dari hulu ke hilir selalu menghitung berapa jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Hal itu bertujuan untuk bisa menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dia mencontohkan kemasan Danone yang sudah menngunakan 100% recycle, di mana jumlah emisi karbonnya juga dihitung.
“Kita punya roadmap yang namanya Danone impact journey dan sudah dijalankan bertahun-tahun. Intinya, memusatkan bahwa kegiatan itu harus punya 3 dampak positif, yaitu terhadap kesehatan, lingkungan, dan karyawan serta masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan, bagi Danone, ESG itu menjadi hal yang sama beriringan dengan bisnis. “Kita punya komitmen untuk iklim. Kita menargetkan Net Zero Emission pada tahun 2050, kemudian juga positive water balance di 2030,” tuturnya.
Kemudian, lanjutnya, setiap mendesain, ekonomi sirkular harus menjadi elemennya. Selain itu, kata Vera, Danone juga melakukan pertanian regeneratif yang banyak berhubungan dengan kesehatan, pemberdayaan peternak atau petani, serta pengelolaan air.
“Sekalipun ini menjadi beban biaya, tapi kami punya komitmen dan berusaha untuk menjadikannya sebagai value added,” katanya.
Vera menyampaikan, semua bisnis model yang dilakukan Danone dari hulu ke hilir selalu menghitung berapa jumlah emisi karbon yang dihasilkan. Hal itu bertujuan untuk bisa menciptakan produk yang ramah lingkungan. Dia mencontohkan kemasan Danone yang sudah menngunakan 100% recycle, di mana jumlah emisi karbonnya juga dihitung.
Lihat Juga :