alexametrics

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Dorong Event Festival Belanja

loading...
Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Dorong Event Festival Belanja
Beragam diskon ditawarkan pada festival belanja di Jakarta akhir tahun 2019 lalu. Foto/Dok SINDOphoto/Hasiholan Siahaan
A+ A-
JAKARTA - Staf Ahli Kemenko Perekonomian Raden Edi Prio Pambudi mengatakan, konsumsi harus terus didorong untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah perekonomian global yang lambat dan adanya wabah virus corona. Dia mengatakan kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 56%.

"Kalau kita lihat secara struktur banyak komponen yang mempengaruhi konsumsi ini. Jadi tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga pakaian, alas kaki, transportasi, komunikasi dan lain-lain. Sehingga apabila nantinya kita menghadapi situasi tertentu maka kita juga akan mendorong bagaiman pola konsumsi ini kita atur,” katanya di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Dia mengatakan, salah satu langkah untuk menjaga konsumsi dapat dilakukan dengan festival belanja. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi dapat terus didorong.



“Bukan tidak mungkin membuat misalnya festival belanja atau bagaimana. Supaya kita bisa tetap menjaga pertumbuhan konsumsi ini tetap mendorong pertumbuhan ekonomi kita karena ini adalah struktur yang paling besar,” tuturnya.

Terkait konsep festival belanja, dia mengatakan salah satunya bisa dibuat event-event. Dengan begitu dapat memancing orang mau belanja.

“Kami menawarkan saat kami bertemu dengan pekerja seni, tolong dong mereka buat satu event. Event itu mau dibuat Juni dan lain-lain. Tap kami minta bisa enggak dimajukan supaya ada kegiatan yang memancing orang mau belanja,” ungkapnya.

Edi juga tengah berdiskusi dengan para pihak yang ada di dunia e-commerce. Dimana perlu dilihat lagi kesuksesan event 11.11 maupun 12.12, terutama terkait dengan barang apa saja yang dibelanjakan.

“Jangan barang dari China juga percuma kalau barang enggak ada. Makanya kita lihat bisa enggak mendorong para pelaku usaha. Misalnya dapatkan barang yang lain, yang penting produsen domestik. Engga kalah dari luar tapi bagaimana produksi dalam jumlah besar,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Arif Baharudin menyiapkan langkah untuk mengatasi pelambatan ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah tetap menjaga konsumsi.

“Yang pertama dengan mempercepat realsiasi belanja kementerian/lembaga. Terutama untuk bantuan-bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), kesehatan dan belanja-belanja non operasional,” tuturnya.

Kemudian juga perlu digenjotnya wisatawan domestik agar mau berkunjung ke destinasi yang ada. Dia menyatakan bahwa Kemenkeu akan selalu siap mendukung penguatan sektor pariwisata. “Kemenkeu selalu siap suport baik kebijakan fiskal dan non fiskal untuk menstimulasi sektor pariwisata,” katanya.

Selain itu juga akan terus didorong dan mempercepat belanja padat karya. Terutama padat karya yang produktif yang menyerap banyak tenaga kerja. “Terutama untuk belanja infrastruktur baik di pusat maupun di daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut penajaman program kredit usaha rakyat (KUR) akan segera dilakukan. Termasuk perluasan sasaran maupun menaikan platfom. “Ada beberapa hal yang akan kita lakukan. Misalnya penerima KUR akan kita tambah dari sebelunya 6 juta jadi 10 juta. Platfom kita naikan juga. KUR Mikro tanpa agunan kita naikan juga, dan sebagainya. Jadi itu yang kita lakukan sebagai langkah-langkah antispasi untuk supaya kegiatan konsumsi dan perekonomian kita bisa berjalan dengan baik,” bebernya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak