Bantuan AS ke Afrika Selatan Dibekukan, Terkait BRICS?

Jum'at, 07 Februari 2025 - 08:36 WIB
loading...
Bantuan AS ke Afrika...
Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa dia bakal menghentikan pendanaan ke Afrika Selatan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa dia bakal menghentikan pendanaan ke Afrika Selatan , usai menuduh pemerintah negara itu "menyita" tanah. Trump menerangkan dalam sebuah postingan di platform Truth Social, menuding Pretoria melakukan "pelanggaran hak asasi manusia besar-besaran."

"Amerika Serikat tidak akan mendukungnya, kami akan bertindak. Saya juga akan memotong semua pendanaan masa depan ke Afrika Selatan sampai penyelidikan penuh atas situasi ini selesai!" katanya.

Baca Juga: Mantan Presiden Afrika Selatan: BRICS Memegang Kunci Keseimbangan Global

Bulan lalu, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa menandatangani RUU kontroversial yang memungkinkan pemerintah untuk mengambil alih properti tanpa kompensasi dalam kondisi tertentu. Undang-undang baru ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan rasial dalam kepemilikan tanah, masalah lama dalam ekonomi paling maju di Afrika sejak Apartheid berakhir pada tahun 1994.

Pemerintah telah menetapkan target untuk mentransfer 30% lahan pertanian dari petani kulit putih -yang sebagian besar masih menguasainya- kepada rekan-rekan kulit hitam hingga tahun 2030. Pemerintah Afrika Selatan mengatakan bahwa selama era Apartheid, ribuan keluarga kulit hitam dipindahkan secara paksa dari tanah mereka di bawah Undang-Undang Tanah Pribumi tahun 1913.

Sementara itu, Pretoria menjelaskan bahwa Undang-Undang Pengambilalihan tidak mengizinkan pengambilalihan sewenang-wenang dan butuh kesepakatan dengan pemilik properti. Namun para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat mengakibatkan situasi yang mirip dengan penyitaan tanah Zimbabwe pada tahun 1980-an.

Kelompok oposisi terbesar di Afrika Selatan dan salah satu partai dalam pemerintahan koalisi Ramaphosa, "sangat menentang" undang-undang baru, hingga mengancam bakal menempuh jalur hukum.

Pretoria berada di bawah tekanan dari mitra Baratnya, terutama AS, dalam beberapa tahun terakhir, sebagian karena hubungan dekatnya dengan Rusia. Terlebih Afrika Selatan diketahui merupakan salah pendukung utama BRICS , kelompok negara berkembang yang digadang-gadang bakal menyaingi dominasi AS.

Menurut statistik pemerintah AS, Washington menyisihkan hampir USD440 juta bantuan ke Afrika Selatan pada tahun 2023. Baca Juga: Trump dan BRICS Memanas, China Siap Hadapi Perang Dagang dengan AS

Dalam sebuah pernyataan resmi, Ramaphosa mengatakan dia akan melibatkan Trump tentang kebijakan reformasi tanah dan isu-isu kepentingan bilateral, mengacu pada AS sebagai "mitra politik dan perdagangan strategis utama untuk Afrika Selatan."

"Afrika Selatan adalah demokrasi konstitusional yang berakar kuat dalam supremasi hukum, keadilan dan kesetaraan. Pemerintah Afrika Selatan belum menyita tanah apapun," katanya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Rekomendasi
Jadwal Final PRO Futsal...
Jadwal Final PRO Futsal League 2025/26, Cosmo JNE vs Bintang Timur Surabaya Live Streaming di VISION+
Ajang Lari Bertajuk...
Ajang Lari Bertajuk Pancasakti Run 2026 Sediakan Tiket Menuju World Marathon Majors
Kasus Bocah 6 Tahun...
Kasus Bocah 6 Tahun Dibully dan Disetrum ke Tiang Listrik hingga Koma, Cuma 1 Pelaku Ditahan Polisi
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved