Menakar Risiko dan Peluang Tarif Dagang Trump ke China Bagi Indonesia
Jum'at, 07 Februari 2025 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Risiko kedua, lanjut Juli, bisa datang dari produk China yang tidak bisa dijual lagi ke Amerika Serikat, sehingga bisa jadi membanjiri pasar Indonesia. Namun selain risiko, ada juga opportunity atau peluang yakni ekspor dari negara tujuan yang ditinggalkan China.
“Jadi kita juga sudah melihat kayak misalkan assessment terkait dengan product similarity. Jadi banyak produk-produk dari Amerika Serikat, Vietnam ini yang punya kesamaan,” ungkap Juli.
Sehingga apabila nanti seandainya tarif ini diterapkan, peningkatan tarif ini juga bisa Indonesia manfaatkan peluang untuk juga meningkatkan ekspor. Kemudian menurut Juli, peluang kedua juga bisa datang dari realokasi. Adapun realokasi dari investasi yang semula di China bergeser ke negara lain karena ada penerapan tarif ini.
“Kalau teman-teman mungkin kita flashback pada waktu 2017-2018 waktu penerapan tarif pada waktu Trump 1.0. Itu kan perintahnya adalah banyak perusahaan yang merelokasi operasinya dari Tiongkok ke Vietnam,” jelas Juli.
Tetapi saat ini Vietnam bukan lagi tujuan, karena dia juga salah satu negara yang punya surplus besar, sehingga dia juga subject to tarif juga. Sehingga Indonesia ada di posisi yang bagus untuk bisa memanfaatkan peluang itu.
“Jadi kita juga sudah melihat kayak misalkan assessment terkait dengan product similarity. Jadi banyak produk-produk dari Amerika Serikat, Vietnam ini yang punya kesamaan,” ungkap Juli.
Sehingga apabila nanti seandainya tarif ini diterapkan, peningkatan tarif ini juga bisa Indonesia manfaatkan peluang untuk juga meningkatkan ekspor. Kemudian menurut Juli, peluang kedua juga bisa datang dari realokasi. Adapun realokasi dari investasi yang semula di China bergeser ke negara lain karena ada penerapan tarif ini.
“Kalau teman-teman mungkin kita flashback pada waktu 2017-2018 waktu penerapan tarif pada waktu Trump 1.0. Itu kan perintahnya adalah banyak perusahaan yang merelokasi operasinya dari Tiongkok ke Vietnam,” jelas Juli.
Tetapi saat ini Vietnam bukan lagi tujuan, karena dia juga salah satu negara yang punya surplus besar, sehingga dia juga subject to tarif juga. Sehingga Indonesia ada di posisi yang bagus untuk bisa memanfaatkan peluang itu.
Lihat Juga :