Simalakama Efisiensi Anggaran Kementerian, Awas Menggerus Ekonomi Nasional
Minggu, 09 Februari 2025 - 13:06 WIB
loading...
Alih-alih mencapai efisiensi, langkah penghematan APBN yang buntutnya banyak pos anggaran di Kementerian dan lembaga dipangkas dinilai justru akan memberi dampak negatif bagi perekonomian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Upaya penghematan Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN tengah digalakkan Pemerintahan Prabowo Subianto yang menyebabkan banyak pos anggaran Kementerian dan lembaga dipangkas. Alih-alih mencapai efisiensi anggaran , langkah ini dinilai justru akan memberi dampak negatif bagi perekonomian.
Hal ini seperti diungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti. Menurutnya, kebijakan penghematan anggaran yang dikeluarkan pemerintah malah akan mempersulit target pertumbuhan ekonomi 5,2% di tahun 2025 ini.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pegawai BKN Hanya Ngantor 3 Hari dalam Sepekan
Esther mengungkap, target pertumbuhan ekonomi 5,2% justru akan sulit dicapai apabila anggaran belanja pemerintah dipangkas, mengingat dalam sebuah teori, belanja pemerintah menjadi salah satu komponen utama yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Saya rasa akan berat tercapai jika ada pemangkasan anggaran karena menurut teori salah satu komponen pendorong pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah," ungkap Esther saat dihubungi MNC Portal Indonesia.
Hal ini seperti diungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti. Menurutnya, kebijakan penghematan anggaran yang dikeluarkan pemerintah malah akan mempersulit target pertumbuhan ekonomi 5,2% di tahun 2025 ini.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pegawai BKN Hanya Ngantor 3 Hari dalam Sepekan
Esther mengungkap, target pertumbuhan ekonomi 5,2% justru akan sulit dicapai apabila anggaran belanja pemerintah dipangkas, mengingat dalam sebuah teori, belanja pemerintah menjadi salah satu komponen utama yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.
"Saya rasa akan berat tercapai jika ada pemangkasan anggaran karena menurut teori salah satu komponen pendorong pertumbuhan ekonomi adalah belanja pemerintah," ungkap Esther saat dihubungi MNC Portal Indonesia.
Lihat Juga :