TNI Aktif Ditunjuk Jadi Dirut Bulog, Erick Thohir Sebut Penyegaran
Senin, 10 Februari 2025 - 20:19 WIB
loading...
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, bahwa penunjukan Mayjen TNI, Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog merupakan pilihan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, bahwa penunjukan Mayjen TNI, Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perum Bulog merupakan pilihan, disaat bos perusahaan sebelumnya tidak maksimal menjalankan tugas pemerintah.
“Bagian dari, ya memang pilihan yang kita tadi, ekosistem,” ujar Erick saat ditemui di Kementerian BUMN, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: Pofil Mayjen TNI Novi Helmy, Dirut Bulog Terbaru Pengganti Wahyu Suparyono
Adapun, Mayjen Novi Helmy Prasetya menggantikan Wahyu Suparyono yang sebelumnya mengisi tersebut. Perombakan bos BUMN di sektor pangan ini berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tertanggal 7 Februari 2025.
Penyegaran alias otak-atik bos Bulog dilakukan lantaran tugas serapan 3 juta beras yang diinstruksikan pemerintah tidak dapat dijalankan maksimal oleh Bulog.
Data yang diperoleh Kementerian BUMN memperlihatkan bahwa serapan 3 juta beras oleh perusahaan pelat merah di sektor pangan itu tidak optimal atau jauh dari target penugasan pemerintah.
“Ya tentu penyegaran harus dilakukan. Memang kan penugasan yang diberikan ini harus bisa dilakukan, tidak secara maksimal. Jadi review-review ini kita jalankan. Kita jalankan sesuai dengan target-target yang diberikan saat ini,” paparnya.
“Bagian dari, ya memang pilihan yang kita tadi, ekosistem,” ujar Erick saat ditemui di Kementerian BUMN, Senin (10/2/2025).
Baca Juga: Pofil Mayjen TNI Novi Helmy, Dirut Bulog Terbaru Pengganti Wahyu Suparyono
Adapun, Mayjen Novi Helmy Prasetya menggantikan Wahyu Suparyono yang sebelumnya mengisi tersebut. Perombakan bos BUMN di sektor pangan ini berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tertanggal 7 Februari 2025.
Penyegaran alias otak-atik bos Bulog dilakukan lantaran tugas serapan 3 juta beras yang diinstruksikan pemerintah tidak dapat dijalankan maksimal oleh Bulog.
Data yang diperoleh Kementerian BUMN memperlihatkan bahwa serapan 3 juta beras oleh perusahaan pelat merah di sektor pangan itu tidak optimal atau jauh dari target penugasan pemerintah.
“Ya tentu penyegaran harus dilakukan. Memang kan penugasan yang diberikan ini harus bisa dilakukan, tidak secara maksimal. Jadi review-review ini kita jalankan. Kita jalankan sesuai dengan target-target yang diberikan saat ini,” paparnya.
Lihat Juga :