Subsidi Tak Efektif Dongkrak Daya Beli, Stok Motor Listrik Numpuk di Dealer
Selasa, 11 Februari 2025 - 15:05 WIB
loading...
Subsidi motor listrik dinilai tidak efektif mendorong daya beli masyarakat. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kebijakan subsidi motor listrik dinilai tidak efektif mendorong penggunaan kendaraan listrik. Hal itu tercermin dari fenomena penumpukan motor listrik di sebagian besar dealer dalam beberapa bulan terakhir.
"Sejumlah faktor bisa dikaitkan dengan kondisi ini, mulai dari ketidakjelasan kebijakan pemerintah hingga infrastruktur yang belum memadai. Namun, akar masalah yang paling mendasar dan tidak bisa dipungkiri adalah daya beli masyarakat yang terus menurun," ujar Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPNVJ Achmad Nur Hidayat kepada SindoNews, Selasa (11/2/2025).
Dia mengatakan, pemerintah telah menggelontorkan subsidi sebesar Rp7 juta untuk mendorong penggunaan motor listrik dengan target penjualan sebanyak 600.000 unit pada 2024. Namun, kenyataannya masih jauh dari harapan, karena hanya sekitar 60.000 unit yang terjual. Harga motor listrik yang tetap berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta setelah subsidi, masih menjadi beban bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
"Ini menunjukkan bahwa subsidi yang diberikan tidak terlalu efektif dalam mendorong daya beli masyarakat, yang masih terbebani harga awal yang dianggap tinggi serta kekhawatiran akan biaya operasional jangka panjang," kata dia.
Baca Juga: Januari 2025 Sudah Lewat, Penjualan Motor Turun dibanding Tahun Lalu
"Sejumlah faktor bisa dikaitkan dengan kondisi ini, mulai dari ketidakjelasan kebijakan pemerintah hingga infrastruktur yang belum memadai. Namun, akar masalah yang paling mendasar dan tidak bisa dipungkiri adalah daya beli masyarakat yang terus menurun," ujar Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPNVJ Achmad Nur Hidayat kepada SindoNews, Selasa (11/2/2025).
Dia mengatakan, pemerintah telah menggelontorkan subsidi sebesar Rp7 juta untuk mendorong penggunaan motor listrik dengan target penjualan sebanyak 600.000 unit pada 2024. Namun, kenyataannya masih jauh dari harapan, karena hanya sekitar 60.000 unit yang terjual. Harga motor listrik yang tetap berkisar antara Rp15 juta hingga Rp30 juta setelah subsidi, masih menjadi beban bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
"Ini menunjukkan bahwa subsidi yang diberikan tidak terlalu efektif dalam mendorong daya beli masyarakat, yang masih terbebani harga awal yang dianggap tinggi serta kekhawatiran akan biaya operasional jangka panjang," kata dia.
Baca Juga: Januari 2025 Sudah Lewat, Penjualan Motor Turun dibanding Tahun Lalu
Lihat Juga :