alexametrics

Rupiah Awal Pekan Diprediksi Masih Melempem

loading...
Rupiah Awal Pekan Diprediksi Masih Melempem
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan diprediksi masih melanjutkan tren pelemahan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan diprediksi masih melanjutkan tren pelemahan. Dimana Jumat kemarin, kurs rupiah bergerak mixed alias variatif meskipun masih dalam tren perbaikan tipis.

Head of Economic Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan, sentimen negatif rupiah disebakan dua faktor dimana salah satunya adalah menjelang rilis data neraca dagang. Seperti diketahui defisit neraca dagang masih menjadi perhatian para pelaku pasar yang belum mampu diperbaiki oleh pemerintah, meski trennya belakangan lebih rendah.

"Dari dalam negeri mungkin lebih ke spread yield yang masih besar dan curent account defisit yang memiliki tren menurun. Beberapa waktu terakhir kehadiran BI (Bank Indonesia) di pasar cukup membantu confidence pelaku pasar sovereign rating yang stabil," ujar Fikri di Jakarta, Senin (17/2/2020).



(Baca Juga: Kurs Rupiah Akhir Pekan Ditutup Mixed Saat Pounds Melompat)

Sedangkan faktor global yakni ketakutan wabah virus corona membuat Downside risk ekonomi dari Argentina, India dan China diperkirakan akan cukup berpengaruh terhadap kepercayaan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia. "Kemungkinan rupiah akan sedikit melemah, dengan rentang Rp13.640 hingga Rp13.740 per USD," jelasnya.

Sebelumnya menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, pada perdagangan Jumat kemarin tercatat rupiah tertahan pada zona merah ke posisi Rp13.707 per USD untuk mengakhiri perdagangan dengan lanjutan tren negatif. Posisi ini memperlihatkan rupiah terus merosot usai kemarin berada di Rp13.679/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak