Mentan Sebut Krisis Pangan Menimpa Jepang, Malaysia, hingga Filipina! Bagaimana Indonesia?
Jum'at, 21 Februari 2025 - 14:11 WIB
loading...
Krisis pangan melanda negara tetangga, Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah, melepaskan 210.000 ton beras dari cadangan darurat. Bagaimana dengan kondisinya di Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Krisis pangan melanda negara tetangga, termasuk Jepang, Malaysia, hingga Filipina. Dilaporkan pemerintah Jepang untuk pertama kalinya dalam sejarah, melepaskan 210.000 ton beras dari cadangan darurat satu juta ton akibat lonjakan harga ekstrem.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia sampai saat ini masih dalam status aman. Kendati demikian, meskipun stabilitas ini patut disyukuri, menurutnya Indonesia tidak boleh begitu saja berpuas diri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertekad Indonesia Swasembada Pangan: Paling Lambat 4 sampai 5 Tahun
Mentan Amran menekankan perlunya Indonesia mempercepat swasembada beras sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. Amran menilai kejadian darurat pangan di negara tetangga menjadi alarm bagi Indonesia untuk bertindak menjaga ketahanan pangan.
“Kenaikan harga beras di Jepang mencapai 82% dalam setahun, dari ¥2.023/kg (Rp215.423) menjadi ¥3.688/kg (Rp393.000). Ini dampak langsung dari gelombang panas ekstrem yang merusak produksi dan mengganggu distribusi. Kondisi ini bisa terjadi di mana saja jika negara tidak memiliki cadangan pangan yang memadai,” ujar Mentan Amran, Jumat (21/2/2025).
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia sampai saat ini masih dalam status aman. Kendati demikian, meskipun stabilitas ini patut disyukuri, menurutnya Indonesia tidak boleh begitu saja berpuas diri.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bertekad Indonesia Swasembada Pangan: Paling Lambat 4 sampai 5 Tahun
Mentan Amran menekankan perlunya Indonesia mempercepat swasembada beras sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional. Amran menilai kejadian darurat pangan di negara tetangga menjadi alarm bagi Indonesia untuk bertindak menjaga ketahanan pangan.
“Kenaikan harga beras di Jepang mencapai 82% dalam setahun, dari ¥2.023/kg (Rp215.423) menjadi ¥3.688/kg (Rp393.000). Ini dampak langsung dari gelombang panas ekstrem yang merusak produksi dan mengganggu distribusi. Kondisi ini bisa terjadi di mana saja jika negara tidak memiliki cadangan pangan yang memadai,” ujar Mentan Amran, Jumat (21/2/2025).
Lihat Juga :