Dorong Pembangunan Batam sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Muka Indonesia di Selat Malaka
Jum'at, 21 Februari 2025 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan Batam pada tahun 2023 sebesar 7,04%. Sedangkan pada triwulan III tahun 2024, Batam mampu bertumbuh sebesar 7,50%. Pertumbuhan ekonomi yang baik tersebut diikuti dengan penyerapan tenaga kerja yang baik dengan komposisi pekerjaan didominasi oleh jasa dan manufaktur.
“Tentunya perkembangan ekonomi ini diikuti dengan investasi dimana di Q3 tahun lalu, PMA-nya 4,5 triliun rupiah, sementara PMDN-nya 2,4 triliun rupiah, sehingga total realisasi investasi 6,9 triliun rupiah. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari 2023. Jadi, kami mohon nanti Kementerian Investasi dan Hilirisasi memprioritaskan Kepulauan Riau dan Batam karena ini adalah muka Indonesia di selat Malaka,” kata Menko Airlangga.
Adanya KPBB dan KEK di Batam menjadi fasilitas fiskal dan non fiskal yang bersaing dengan kawasan ekonomi yang ada beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Batam terdapat empat KEK yaitu KEK Batam Aero Technic yang menjadi pusat MRO pesawat, KEK Nongsa yang menjadi pusat data center, IT serta ekonomi digital, KEK Tanjung Sauh yang menjadi pusat produksi dan pengolahan serta logistik, dan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang akan menjadi pusat layanan kesehatan internasional yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Internasional Apollo India.
Dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga mendorong pembangunan pelabuhan dan bandara kelas internasional agar menjadi quick win di bidang pariwisata. Dalam pelantikan tersebut Menko Airlangga juga berterima kasih kepada Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam sebelumnya yakni Muhammad Rudy dan Purwiyanto yang telah melakukan dedikasi tinggi dengan berbagai pembangunan infrastruktur yang berporgres secarbaik dalam bentuk jalan flyover pelabuhan bandara yang kerja sama dengan Korea Selatan serta kawasan-kawasan industri sehingga pembangunan tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.
“Tentu, daya saing menjadi penting dan daya saing ini menjadi krusial karena kita sudah punya saingan tetangga yaitu Johor dan Singapura yang juga berlomba-lomba untuk menarik investasi. Saya yakin Pak Amsakar Ahmad dan Ibu Li Claudia dapat berkoordinasi dengan baik dan dengan stakeholder di pusat,” pungkas Menko Airlangga.
“Tentunya perkembangan ekonomi ini diikuti dengan investasi dimana di Q3 tahun lalu, PMA-nya 4,5 triliun rupiah, sementara PMDN-nya 2,4 triliun rupiah, sehingga total realisasi investasi 6,9 triliun rupiah. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari 2023. Jadi, kami mohon nanti Kementerian Investasi dan Hilirisasi memprioritaskan Kepulauan Riau dan Batam karena ini adalah muka Indonesia di selat Malaka,” kata Menko Airlangga.
Adanya KPBB dan KEK di Batam menjadi fasilitas fiskal dan non fiskal yang bersaing dengan kawasan ekonomi yang ada beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Batam terdapat empat KEK yaitu KEK Batam Aero Technic yang menjadi pusat MRO pesawat, KEK Nongsa yang menjadi pusat data center, IT serta ekonomi digital, KEK Tanjung Sauh yang menjadi pusat produksi dan pengolahan serta logistik, dan KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam yang akan menjadi pusat layanan kesehatan internasional yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Internasional Apollo India.
Dalam pertemuan tersebut Menko Airlangga juga mendorong pembangunan pelabuhan dan bandara kelas internasional agar menjadi quick win di bidang pariwisata. Dalam pelantikan tersebut Menko Airlangga juga berterima kasih kepada Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam sebelumnya yakni Muhammad Rudy dan Purwiyanto yang telah melakukan dedikasi tinggi dengan berbagai pembangunan infrastruktur yang berporgres secarbaik dalam bentuk jalan flyover pelabuhan bandara yang kerja sama dengan Korea Selatan serta kawasan-kawasan industri sehingga pembangunan tersebut diharapkan dapat terus berjalan dengan baik.
“Tentu, daya saing menjadi penting dan daya saing ini menjadi krusial karena kita sudah punya saingan tetangga yaitu Johor dan Singapura yang juga berlomba-lomba untuk menarik investasi. Saya yakin Pak Amsakar Ahmad dan Ibu Li Claudia dapat berkoordinasi dengan baik dan dengan stakeholder di pusat,” pungkas Menko Airlangga.
Lihat Juga :