Dukung Asta Cita, Serikat Pekerja Minta Pertamina di Bawah Kendali Presiden
Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:12 WIB
loading...
Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengatakan, pengembalian Pertamina ke bentuk asalnya sebagai perusahaan negara yang langsung berada di bawah kendali Presiden merupakan langkah strategis. Foto/Dok
A
A
A
SURABAYA - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendukung penuh terhadap visi Asta Cita Kedaulatan Energi Nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Visi ini bertujuan untuk mewujudkan Swasembada Energi Nasional.
Presiden FSPPB, Arie Gumilar mengatakan, pengembalian Pertamina ke bentuk asalnya sebagai perusahaan negara yang langsung berada di bawah kendali Presiden merupakan langkah strategis. Hal ini akan mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja perusahaan, serta berkontribusi pada kemajuan negara.
Baca Juga: Asta Cita Prabowo-Gibran Kembalikan Sistem Ekonomi Berbasis Pancasila dan UUD 1945
"Dengan kembali di bawah kendali Presiden, harga BBM diharapkan dapat ditekan secara signifikan, distribusi BBM menjadi lebih merata, dan kinerja Pertamina secara keseluruhan akan meningkat," katanya, Jumat (21/2/2025).
Selain itu, kata dia, reintegrasi Pertamina dari struktur Holding-Subholding menjadi perusahaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir akan meningkatkan efisiensi operasional. Kemudian mampu mengurangi beban perusahaan. Utamanya, dari sisi pajak transaksi antar anak usaha, serta menciptakan bisnis yang lebih tangguh terhadap ketidakstabilan harga komoditas.
"Langkah ini juga akan mempermudah Pertamina dalam menjamin ketersediaan pasokan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.
Dia menegaskan, dengan kembali menjadi perusahaan negara yang berada langsung di bawah kendali Presiden, pengawasan akan lebih mudah. Peningkatan lifting produksi minyak gas nasional dan penyediaan BBM akan lebih optimal.
Presiden FSPPB, Arie Gumilar mengatakan, pengembalian Pertamina ke bentuk asalnya sebagai perusahaan negara yang langsung berada di bawah kendali Presiden merupakan langkah strategis. Hal ini akan mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja perusahaan, serta berkontribusi pada kemajuan negara.
Baca Juga: Asta Cita Prabowo-Gibran Kembalikan Sistem Ekonomi Berbasis Pancasila dan UUD 1945
"Dengan kembali di bawah kendali Presiden, harga BBM diharapkan dapat ditekan secara signifikan, distribusi BBM menjadi lebih merata, dan kinerja Pertamina secara keseluruhan akan meningkat," katanya, Jumat (21/2/2025).
Selain itu, kata dia, reintegrasi Pertamina dari struktur Holding-Subholding menjadi perusahaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir akan meningkatkan efisiensi operasional. Kemudian mampu mengurangi beban perusahaan. Utamanya, dari sisi pajak transaksi antar anak usaha, serta menciptakan bisnis yang lebih tangguh terhadap ketidakstabilan harga komoditas.
"Langkah ini juga akan mempermudah Pertamina dalam menjamin ketersediaan pasokan BBM bagi seluruh rakyat Indonesia," terangnya.
Dia menegaskan, dengan kembali menjadi perusahaan negara yang berada langsung di bawah kendali Presiden, pengawasan akan lebih mudah. Peningkatan lifting produksi minyak gas nasional dan penyediaan BBM akan lebih optimal.
Lihat Juga :