Terancam Dimakzulkan terkait Penipuan Kripto, Presiden Argentina Ogah Minta Maaf

Sabtu, 22 Februari 2025 - 14:27 WIB
loading...
Terancam Dimakzulkan...
Presiden Argentina, Javier Milei menolak tuduhan penipuan usai terancam dimakzulkan, terkait promosinya atas cryptocurrency yang nilainya meroket sebelum jatuh dalam beberapa jam setelah diluncurkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Argentina, Javier Milei menolak tuduhan penipuan kripto usai terancam dimakzulkan, terkait promosinya atas cryptocurrency yang nilainya meroket sebelum jatuh dalam beberapa jam setelah diluncurkan. Hal ini mengakibatkan sejumlah investor besar mengalami kerugian.

Dilansir RT, Milei diketahui pada pekan lalu mempromosikan token digital LIBRA baru lewat laman media sosialnya. Ia menggembar-gemborkannya sebagai proyek yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendukung usaha kecil dan pengusaha.

Baca Juga: Mata Uang Kripto LIBRA Hancur, Presiden Argentina Terancam Dimakzulkan

Dukungan Milei tersebut langsung memicu lonjakan nilai token, dari sekitar USD0,22 menjadi USD5. Namun, harga token runtuh tak lama setelah dia menghapus postingan tersebut, dan membuat jutaan dana investor lenyap.

Milei melakukan pembelaan, dengan menyamakan apa yang dilakukan investor saat membeli token kripto setelah dukungannya, seperti halnya penjudi saat memasang taruhan. "Nyatanya ini seperti jika Anda pergi ke kasino dan kehilangan uang, maksud saya, apa keluhannya?" tanyanya.

Sekelompok pengacara telah mengajukan beberapa keluhan terhadap Milei, bahkan beberapa di antaranya menyerukan pemakzulan Presiden Argentina itu. Seorang pengacara salah satu penggugat menuduh bahwa asosiasi terlarang dibentuk untuk melakukan "sejumlah penipuan."

"Saya tidak mempromosikannya. Apa yang saya lakukan adalah saya menyebarkannya," jawab Milei.

Ia juga mengklaim bahwa dia tidak mendapat manfaat dari mata uang digital tersebut.

Sementara itu Partai oposisi mengajukan keluhan resmi, dengan menuduh presiden memfasilitasi skema penipuan yang dikenal sebagai 'rug pull' – sebuah taktik di mana cryptocurrency dipromosikan secara besar-besaran untuk memikat investor sebelum proyek tersebut ditinggalkan.

Modus tersebut kemudian menyisakan para pemegang koin yang malang dengan aset tidak berharga. Menurut perusahaan analitik kripto LookOnChain, delapan dompet digital yang terlibat dalam perdagangan awal LIBRA mencairkan total USD107 juta.

Data dari ICOBench mengungkapkan bahwa sekitar 60 trader individu masing-masing kehilangan lebih dari USD500.000, sementara 24 trader menderita kerugian setidaknya USD1 juta.

Pada hari Rabu, LIBRA bernilai sekitar USD0,30, menurut CoinMarketCap. Kelsier, perusahaan di belakang $LIBRA, telah membantah melakukan kesalahan serta bersikeras bahwa proyek itu sah.

Hayden Mark Davis, selaku perwakilan perusahaan yang terkait dengan koin tersebut, menyalahkan Milei karena tiba-tiba menarik dukungan pada saat yang penting, hingga menyebabkan kejatuhan pasar.

Baca Juga: Rusak Mata Uang Turki, Presiden Erdogan Nyatakan Perang Melawan Kripto

"Ketika Milei dan timnya menghapus postingan mereka, investor yang telah membeli token berdasarkan kepercayaan mereka pada dukungannya merasa dikhianati," yang menyebabkan "kepanikan hingga memicu gelombang penjualan," kata NBC mengutip komentar Davis.

Sebagai tanggapan, kantor Milei merilis sebuah pernyataan, yang dikutip oleh AP, dengan menegaskan bahwa dia tidak terlibat dalam tahap pengembangan cryptocurrency dan memutuskan untuk menghapus postingan media sosialnya untuk membatasi eksposur lebih lanjut. Pernyataan itu juga mengatakan bahwa Kantor Anti-Korupsi telah diperintahkan untuk melakukan penyelidikan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Kapitalisasi Tokenisasi...
Kapitalisasi Tokenisasi Aset Tembus USD32,18 Miliar, PINTU Tambah 48 Pilihan Aset
Tokenisasi Aset Pintu...
Tokenisasi Aset Pintu Meroket Capai USD29 Miliar di 2026
Perluas Akses Investasi...
Perluas Akses Investasi Crypto di Indonesia, TRIV Group Gandeng Indomaret
Pintu Goes to Campus...
Pintu Goes to Campus Gandeng OJK, & Unpad Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
Bidik Persimpangan Olahraga...
Bidik Persimpangan Olahraga dan Teknologi, DRX Token Resmi Melantai di Tokocrypto
Terungkap, Malaikat...
Terungkap, Malaikat Maut Nazi Hidup Nyaman Bertahun-tahun di Argentina
Rekomendasi
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Tak Punya Niat Bunuh...
Tak Punya Niat Bunuh Brigadir J, Kuat Ma'ruf Tak Minta Maaf
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved