Tren #KaburAjaDulu Bikin Heboh, Pengusaha Angkat Bicara

Senin, 24 Februari 2025 - 22:49 WIB
loading...
Tren #KaburAjaDulu Bikin...
Seorang pakar keuangan dan juga pengusaha buka suara soal ramainya perbincangan tagar #KaburAjaDulu di berbagai platform media sosial, mencerminkan keresahan generasi muda. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ramainya perbincangan tagar #KaburAjaDulu di berbagai platform media sosial, mencerminkan keresahan generasi muda Indonesia terhadap situasi ekonomi, hukum, dan masa depan mereka di negeri ini. Apakah fenomena ini benar-benar sebuah solusi atau justru alarm bahaya bagi bangsa?

Seorang pakar keuangan dan pendiri Astronacci Group, Gema Goeyardi mengemukakan, perspektif kritisnya terhadap dua pihak utama dalam polemik ini, yaitu pemerintah yang gagal memenuhi hak rakyat, dan masyarakat, khususnya Gen Z, yang kurang menjalankan kewajibannya.

Fenomena "kabur aja dulu" bukan sekadar tren, melainkan bukti nyata adanya ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban dalam kondisi negara dan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Menaker Respons #KaburAjaDulu: Ramai-ramai Tinggalkan Indonesia untuk Kerja di Luar Negeri

"Tentu ini harus segera dicarikan solusi antara pemerintah dan berdiskusi dengan stakeholder termasuk rakyat. Mereka harus saling duduk bersama dan mencari solusi dan jangan saling bermusuhan, karena secara makro ekonomi bila dibiarkan bisa menjadi beban,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (24/2/2025).

Untuk mencari solusi, Gema melihat ada beberapa hal. Pertama, hak rakyat yang tak terpenuhi. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum, keamanan, serta kesejahteraan ekonomi. Namun, kondisi saat ini memperlihatkan banyaknya permasalahan yang membuat rakyat, terutama anak muda, merasa tidak memiliki masa depan yang cerah di Indonesia.

Ditambah dengan beberapa permasalahan di Tanah Air antara lain ketidakadilan hukum, meningkatnya kriminalitas, ketidakpastian hukum ditambah akses ekonomi yang sulit.

Lapangan kerja terbatas dan biaya hidup tinggi tentu banyak anak muda lebih memilih mencari peluang di luar negeri. Kondisi itu juga masih ditambah dengan beberapa fakta ekonomi dan pendidikan yang tidak berpihak pada masa depan generasi muda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Dari Jualan Gorengan...
Dari Jualan Gorengan Keliling hingga Jadi CEO Republic Laptop, Ini Kisah Perjuangan Bayu Aji
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Gandeng Pengusaha Lokal,...
Gandeng Pengusaha Lokal, Hive Five Segera Ekspansi ke Bangka Belitung
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Inggris Makin Tak Berdaya!...
Inggris Makin Tak Berdaya! Seluruh Armada Kapal Selam Serang Tak Bisa Beroperasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved