Perubahan Komisaris BNI, Deputi Protokol Istana Diganti Profesional
Jum'at, 28 Maret 2025 - 21:36 WIB
loading...
BNI melakukan perombakan jajaran komisaris, dimana Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden digantikan oleh profesional. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Perseroan) Tbk. (BBNI) melakukan pergantian jajaran komisaris , dimana nama Mohamad Yusuf Permana yang merupakan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden tergeser. Perombakan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( RUPST ) BNI di Jakarta, Rabu (26/3) kemarin.
Mengutip laman resmi BNI, Yusuf lahir tahun 1975 dan memperoleh gelar Sarjana (S1) Ekonomi dari Universitas Gunadarma, Indonesia. Ia sebelumnya diangkat dalam RUPS Tahunan tanggal 4 Maret 2024 sebagai Komisaris BNI.
Baca Juga: Resmi Diberhentikan, Ini 3 Pejabat Tinggi BI yang Jadi Komisaris Bank BUMN
Sebelumnya Ia sempat menjabat sebagai Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (2023-2024), lalu Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (2021- 2024) sebelum menjadi Deputi.
Di hari yang sama dengan RUPS BNI, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin komisaris bank BUMN dibuat lebih ringkas dan efisien. Prabowo juga meminta direksi dan manajemen bank negara diisi oleh kalangan profesional.
Mengutip laman resmi BNI, Yusuf lahir tahun 1975 dan memperoleh gelar Sarjana (S1) Ekonomi dari Universitas Gunadarma, Indonesia. Ia sebelumnya diangkat dalam RUPS Tahunan tanggal 4 Maret 2024 sebagai Komisaris BNI.
Baca Juga: Resmi Diberhentikan, Ini 3 Pejabat Tinggi BI yang Jadi Komisaris Bank BUMN
Sebelumnya Ia sempat menjabat sebagai Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk (2023-2024), lalu Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (2021- 2024) sebelum menjadi Deputi.
Di hari yang sama dengan RUPS BNI, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Presiden Prabowo Subianto ingin komisaris bank BUMN dibuat lebih ringkas dan efisien. Prabowo juga meminta direksi dan manajemen bank negara diisi oleh kalangan profesional.
Lihat Juga :