Duel AS-Rusia Berakhir, Putin Perlahan Tinggalkan BRICS

Rabu, 26 Februari 2025 - 07:42 WIB
loading...
Duel AS-Rusia Berakhir,...
Presiden Vladimir Putin (Kanan) dan Presiden AS Donald Trump di Helsinki pada 16 Juli 2018. Trump akan mengupayakan kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang di Ukraina. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Permusuhan Rusia dan Amerika Serikat (AS) mulai berakhir. Moskow perlahan meninggalkan BRICS dengan tidak lagi mencampakkan dolar AS dalam perdagangan dan transaksi.

Dalam sebuah kesepakatan bersejarah, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengusulkan untuk memasok 2 juta ton aluminium ke pasar AS. Langkah ini dapat menstabilkan harga di sektor logam komoditas dan meredakan fluktuasi harga dan volatilitas pasar.

Rusia juga menegaskan potensi kesepakatan dengan AS dalam memasok sumber daya tanah jarang. Rusia memiliki cadangan logam tanah jarang terbesar kelima di dunia yang dapat digunakan AS untuk produksi industri dan militer dan sangat menguntungkan.

Baca Juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Kerja Sama dengan AS Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina

Kesepakatan ekonomi besar ini mencakup pasokan aluminium dan material tanah jarang dari Rusia ke AS. Presiden Donald Trump sebelumnya mengisyaratkan transaksi pembangunan ekonomi besar dengan Rusia akan segera terjadi.

Pasokan tanah jarang dari Rusia tersebut sebagian besar akan digunakan untuk produksi magnet yang mengubah daya menjadi gerakan untuk kendaraan listrik (EV). Ini juga mencakup produksi ponsel dan peralatan militer lainnya. Adapun kesepakatan ini akan menjadi sebuah perubahan kebijakan besar Rusia.

"Kami akan siap untuk menawarkan proyek-proyek bersama dengan mitra-mitra Amerika kami. Dan ketika saya mengatakan 'mitra', yang saya maksudkan bukan hanya struktur administratif dan pemerintahan tetapi juga perusahaan-perusahaan apabila mereka menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama," ujar Putin dilansir dari Watcher Guru, Rabu (26/2/2025).

"Kami tidak diragukan lagi. Saya ingin menekankan, memiliki sumber daya yang jauh lebih banyak daripada Ukraina."

Baca Juga: Demi Akhiri Perang, AS dan Rusia Bakal Umumkan Kesepakatan Ekonomi Besar

Sebagaimana diketahui, setelah Trump mengambil alih Gedung Putih pada Januari, negara-negara BRICS mundur untuk memberi pelajaran AS. India baru-baru ini menolak gagasan untuk meluncurkan mata uang BRICS dan tetap menggunakan dolar AS untuk perdagangan.

Tak hanya itu, Brasil juga mempertimbangkan untuk membatalkan ide mata uang bersama dalam pertemuan puncak mendatang di bulan Juli. Selain itu, China mendesak AS untuk tidak mempersenjatai perdagangan dengan tarif. Rusia, yang awalnya pendukung setia dedolarisasi kini sedang mencari kesepakatan bisnis dengan AS.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Rekomendasi
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved