Dibombardir Sanksi AS, Negara Tetangga Indonesia Ini dalam Masalah

Kamis, 27 Februari 2025 - 07:39 WIB
loading...
A A A
Pemerintah AS telah menindak sejumlah perusahaan Thailand karena peran mereka dalam mengekspor barang-barang penggunaan ganda-barang-barang yang dapat digunakan untuk industri biasa dan keperluan militer. Barang-barang tersebut termasuk microchip, bantalan bola, dan komponen elektronik lainnya yang dibutuhkan Rusia untuk operasi militernya.

Salah satu perusahaan Thailand pertama yang menghadapi sanksi adalah NAL Solutions pada awal tahun 2024. Pemerintah AS menuduh perusahaan ini sebagai bagian dari jaringan yang memasok barang elektronik dan barang sensitif lainnya ke Rusia.

Lebih banyak perusahaan dijatuhi sanksi pada Oktober dan Desember 2023, termasuk Intracorp dan Siam Expert Trading. Beberapa dari perusahaan-perusahaan ini terkait dengan jaringan internasional yang lebih besar yang membantu Rusia menghindari sanksi.

Sebagian besar perusahaan Thailand yang dijatuhi sanksi menolak berkomentar atau tidak dapat dihubungi. Pemerintah Thailand juga tetap bungkam mengenai masalah ini, meskipun sudah berulang kali diminta untuk memberikan tanggapan. Sejauh ini, tidak ada tindakan signifikan yang diambil oleh pihak berwenang Thailand untuk mengatasi situasi ini.

Thailand Jadi Rute Perdagangan Utama



Para ahli percaya bahwa Thailand telah menjadi lokasi yang menarik untuk mengekspor barang-barang sensitif ini karena peraturannya yang relatif longgar. Lebih mudah bagi perusahaan untuk memindahkan barang dengan prioritas tinggi melalui Thailand daripada di negara-negara dengan penegakan hukum yang lebih ketat. Akibatnya, Thailand secara tak terduga muncul sebagai pusat transit yang signifikan untuk produk-produk ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Rekomendasi
Shakira Guncang Pembukaan...
Shakira Guncang Pembukaan Piala Dunia 2026, Azteca Bergemuruh
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved