Dibombardir Sanksi AS, Negara Tetangga Indonesia Ini dalam Masalah

Kamis, 27 Februari 2025 - 07:39 WIB
loading...
Dibombardir Sanksi AS,...
AS menjatuhkan sanksi kepada sejumlah perusahaan Thailand karena memasok barang eskpor sensitif ke Rusia. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Semakin banyak perusahaan di Thailand yang masuk ke dalam daftar sanksi Amerika Serikat (AS) karena menjual barang-barang sensitif ke Rusia. Barang-barang ini termasuk suku cadang mesin dan komputer yang dapat digunakan untuk keperluan sipil dan militer.

Pemerintah AS telah mengawasi dengan ketat negara-negara yang membantu Rusia mendapatkan barang-barang prioritas tinggi ini meskipun ada pembatasan ekspor yang ketat.

Sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, AS telah menjatuhkan sanksi kepada tujuh perusahaan Thailand atas keterlibatan mereka dalam perdagangan ini. Perusahaan terakhir dijatuhi sanksi pada Desember 2023.

Melansir Regtechtimes, nilai total ekspor Thailand untuk barang-barang sensitif ini ke Rusia meroket dari USD8,3 juta pada 2022 menjadi hampir USD98,7 juta pada 2023 meningkat lebih dari 1.000%. Pada 2024, ekspor ini masih berada di atas USD90 juta.

Baca Juga: Duel AS-Rusia Berakhir, Putin Perlahan Tinggalkan BRICS

Thailand pada awalnya tidak dilihat sebagai rute utama untuk pengiriman ini. Namun, para ahli mengatakan bahwa rantai pasokan beradaptasi dengan cepat terhadap pembatasan. Ketika satu rute diblokir, rute lain akan terbuka. Dalam hal ini, Thailand telah menjadi titik transit baru untuk barang-barang penting ini, yang sekarang mencapai Rusia melalui perusahaan-perusahaan Thailand.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
AS Diskriminatif, Cabut...
AS Diskriminatif, Cabut Kuota Tiket Suporter Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Rekomendasi
Solusi Tepat Menghadapi...
Solusi Tepat Menghadapi Situasi Mendadak dalam Perjalanan Bisnis
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Veda Ega Pulang Kampung,...
Veda Ega Pulang Kampung, Mario Suryo Aji Jalani Pemulihan Cedera
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved