Pasar Keuangan Kena Hantam, Rupiah Terjungkal ke Rp16.500

Jum'at, 28 Februari 2025 - 11:45 WIB
loading...
Pasar Keuangan Kena...
Pasar keuangan dibanjiri banyak sentimen buruk akibat perang dagang yang meluas. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, mengatakan pasar keuangan pada dibanjiri banyak sentimen buruk akibat perang dagang yang meluas ke komoditas atau jenis barang lainnya, serta berpeluang memicu aksi balasan.

Selain itu, rilis data PDB AS mengalami pelemahan pada perdagangan sebelumnya. Ditambah lagi, Trump memastikan kenaikan tarif mulai berlaku untuk Kanada dan Meksiko pada 4 Maret mendatang. "Apalagi China juga akan dikenakan kenaikan tarif sebesar 10% untuk waktu yang bersamaan," kata Gunawan, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga: Sektor Keuangan Terpukul, IHSG Babak Belur Ambruk ke 6.400

Akibatnya, nilai tukar rupiah ditransaksikan melemah ke level 16.500 pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini. Kinerja Rupiah memburuk meskipun imbal hasil US Treasury 10 tahun justru melemah hingga ke level 4,23%. Memburuknya kinerja imbal hasil US Treasury 10 Y tersebut menjadi indikasi kuat bahwa ekonomi AS tengah mengalami pelemahan.

"Spekulasi kemungkinan The FED atau Bank Sentra AS akan mempertimbangkan kemungkinan penurunan bunga acuan kembali mencuat. Ditambah lagi data klaim pengangguran AS juga mengalami kenaikan pada rilis sebelumnya," terang Gunawan.

Baca Juga: AS Kembali Tabuh Genderang Perang ke China, Tak Segan Beri Hukuman Ini

Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level USD 2.876 per ons troy atau sekitar Rp 1,53 juta per gram. Tak hanya itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah ke level 6.443. Pelemahan IHSG terjadi di tengah kinerja bursa saham di Asia yang terseret ke zona merah imbas tekanan yang masih yang masih berlanjut.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
Rekomendasi
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Berita Terkini
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved