ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi
Sabtu, 01 Maret 2025 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Alexandra Askandar, dan Direktur Manajemen Risiko PLN Suroso Isnandar. Dalam upaya mendukung ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menekankan pentingnya gas bumi sebagai energi transisi dan energi baru terbarukan.
Rosa Permata Sari menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan fokus Asta Cita Prabowo-Gibran yang mengedepankan ketahanan energi dan ekonomi hijau. Menurutnya, gas bumi merupakan sumber energi yang paling bersih dibandingkan dengan sumber fosil lainnya.
![ASPEBINDO Gelar Indonesia Energy Outlook 2025, Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi]()
Indonesia Energy Outlook 2025 diikuti 700 peserta yang merupakan para pelaku usaha di sektor energi. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
“Gas bumi sangat strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dengan Indonesia sebagai salah satu produsen gas bumi terbesar, maka negara berpotensi mengurangi ketergantungan impor, dan memberikan manfaat finansial yang signifikan,” ujarnya.
Direktur Manajemen Risiko PLN Suroso Isnandar menambahkan, PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya strategis dalam agenda transisi energi di Tanah Air untuk mencapai Net Zero Emissions di tahun 2060. “Kami merencanakan suatu program transisi energi, yang targetnya nanti sampai dengan 2060. Kalau bisa emisinya zero, kita menyebutnya net zero emissions. Dan PLN sangat berkomitmen untuk mewujudkan itu,” kata Suroso.
Untuk mewujudkan target tersebut, PLN bersama Pemerintah, telah menyiapkan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang berfokus pada pengurangan bertahap penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sebagai bagian dari langkah transisi energi, PLN telah mengeluarkan inovasi produk hijau melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC). Langkah ini bertujuan untuk mendorong pengurangan emisi karbon secara efektif di sektor energi.
“Di masa depan, PLN juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan kapasitas besar, seperti tenaga surya, tenaga air, dan tenaga angin. PLN berperan dalam mempercepat transisi energi dari pembangkit berbasis fosil ke energi terbarukan,” tambahnya.
Melalui event ini Aspebindo mendukung penuh hilirisasi serta ketahanan energi nasional dengan menjadi mitra strategis. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin menguatkan komitmennya dan membuka peluang dalam mencapai misi besar ketahanan energi.
Rosa Permata Sari menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan fokus Asta Cita Prabowo-Gibran yang mengedepankan ketahanan energi dan ekonomi hijau. Menurutnya, gas bumi merupakan sumber energi yang paling bersih dibandingkan dengan sumber fosil lainnya.

Indonesia Energy Outlook 2025 diikuti 700 peserta yang merupakan para pelaku usaha di sektor energi. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
“Gas bumi sangat strategis sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Dengan Indonesia sebagai salah satu produsen gas bumi terbesar, maka negara berpotensi mengurangi ketergantungan impor, dan memberikan manfaat finansial yang signifikan,” ujarnya.
Direktur Manajemen Risiko PLN Suroso Isnandar menambahkan, PT PLN (Persero) melakukan berbagai upaya strategis dalam agenda transisi energi di Tanah Air untuk mencapai Net Zero Emissions di tahun 2060. “Kami merencanakan suatu program transisi energi, yang targetnya nanti sampai dengan 2060. Kalau bisa emisinya zero, kita menyebutnya net zero emissions. Dan PLN sangat berkomitmen untuk mewujudkan itu,” kata Suroso.
Untuk mewujudkan target tersebut, PLN bersama Pemerintah, telah menyiapkan program Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang berfokus pada pengurangan bertahap penggunaan batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sebagai bagian dari langkah transisi energi, PLN telah mengeluarkan inovasi produk hijau melalui layanan Renewable Energy Certificate (REC). Langkah ini bertujuan untuk mendorong pengurangan emisi karbon secara efektif di sektor energi.
“Di masa depan, PLN juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan kapasitas besar, seperti tenaga surya, tenaga air, dan tenaga angin. PLN berperan dalam mempercepat transisi energi dari pembangkit berbasis fosil ke energi terbarukan,” tambahnya.
Melalui event ini Aspebindo mendukung penuh hilirisasi serta ketahanan energi nasional dengan menjadi mitra strategis. Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat semakin menguatkan komitmennya dan membuka peluang dalam mencapai misi besar ketahanan energi.
(skr)
Lihat Juga :