5 Fakta Penting Kesepakatan Harta Karun Mineral Langka Ukraina dan AS

Minggu, 02 Maret 2025 - 21:02 WIB
loading...
A A A
Presiden AS menulis di platform Truth Social-nya bahwa Zelensky "tidak menghormati AS di Oval Office yang terhormat". Dia menambahkan: "Dia bisa kembali ketika dia siap untuk perdamaian."

Saat ini tidak diketahui secara pasti kapan kesepakatan itu akan ditandatangani.

4. Mineral Apa yang Dimiliki Ukraina?

Kiev memperkirakan bahwa sekitar 5% dari "bahan baku (mineral) kritis" dunia berada di Ukraina. Hal itu termasuk sekitar 19 juta ton cadangan grafit, berdasarkan data badan negara Survei Geologi Ukraina.

Jika benar maka menjadikan negara itu "salah satu dari lima negara terkemuka" untuk pasokan mineral. Mineral grafit digunakan untuk membuat baterai pada kendaraan listrik.

Ukraina juga memiliki deposit titanium dan lithium yang signifikan. Dikatakan Ukraina juga menyimpan sejumlah besar logam tanah jarang dunia - sekelompok 17 unsur yang digunakan untuk memproduksi senjata, turbin angin, elektronik dan produk lain yang penting di dunia modern - tetapi klaim ini masih diperdebatkan.

Di sisi lain beberapa deposit mineral negara itu diketahui telah disita oleh Rusia. Menurut Yulia Svyrydenko, menteri ekonomi Ukraina mengutarakan, sumber daya senilai USD350 miliar berada di wilayah pendudukan hingga hari ini.

Selain itu ada juga peringatan bahwa kesepakatan yang memungkinkan AS mengakses kekayaan mineral penting milik Ukraina yang sangat besar tidak dapat terjadi kecuali negara itu mengatasi masalahnya dengan ranjau yang tidak meledak.

Seperempat daratan Ukraina diperkirakan terkontaminasi ranjau darat, khususnya terkonsentrasi di timur negara itu yang dilanda perang. Masalah lain adalah bahwa bakal memakan waktu sebelum ada yang melihat manfaat material dari kesepakatan tersebut.

"Sumber daya ini tidak ada di pelabuhan atau gudang; mereka harus dikembangkan. Dalam hal itu jika AS berinvestasi, itu akan menguntungkan semua orang," kata Mylovanov.

5. Bagaimana Reaksi Rusia?

Vladimir Putin belum membahas laporan bahwa persyaratan kesepakatan antara AS dan Ukraina telah disepakati. Tetapi dia mengaku siap untuk "menawarkan" sumber daya kepada mitra Amerika dalam proyek bersama, termasuk penambangan di "wilayah baru" Rusia - referensi ke bagian Ukraina timur yang telah diduduki Rusia sejak meluncurkan invasi skala penuh tiga tahun lalu.

Putin mengatakan, kesepakatan potensial AS-Ukraina tentang mineral langka tidak menjadi perhatian dirinya dan menegaskan bahwa Rusia "tidak diragukan lagi, secara signifikan lebih banyak sumber daya semacam ini daripada Ukraina".

"Adapun wilayah baru, itu sama. Kami siap untuk menarik mitra asing ke sesuatu yang disebut baru, ke wilayah bersejarah kami, yang telah kembali ke Federasi Rusia," tambahnya.

Baca Juga: Duel AS-Rusia Berakhir, Putin Perlahan Tinggalkan BRICS

Mengomentari kunjungan Zelensky ke Washington, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, "Apakah itu (untuk menandatangani) perjanjian yang disebutkan di atas atau sesuatu yang lain, kita lihat saja. Belum ada pernyataan resmi tentang masalah ini."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Rekomendasi
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved