Pulihkan Kepercayaan Masyarakat, Ini yang Akan Dilakukan Pertamina
Senin, 03 Maret 2025 - 15:32 WIB
loading...
Pertamina akan melibatkan pihak ketiga dan masyarakat untuk memastikan produk BBM sesuai dengan standar yang berlaku. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa pihaknya akan melibatkan pihak ketiga dan masyarakat dalam memastikan bahwa produk Bahan Bakar Minyak ( BBM ) yang dijual oleh Pertamina sudah sesuai dengan standar yang berlaku.
Menurut Simon, hal ini merupakan langkah terobosan yang sangat positif, di mana pihak ketiga akan melakukan uji sampel kualitas BBM secara independen, sementara masyarakat juga dapat turut serta mengawasi pelaksanaannya.
"Sudah pasti gagasan ini sangat baik dan kami sambut dengan antusias. Kehadiran pihak ketiga yang independen akan membantu melakukan uji dengan standar yang lebih dapat diterima," kata Simon dalam konferensi pers. Senin (3/3/2025).
Baca Juga: Permintaan Maaf Dirut Pertamina Soal Sengkarut Tata Kelola Minyak
"Dengan adanya uji yang dilakukan oleh tim Pertamina maupun lembaga yang ada, kami berharap dapat menambah tingkat kepercayaan masyarakat. Keterlibatan masyarakat sangat kami dorong agar mereka bisa ikut mengawasi, karena ini adalah hal yang harus sangat transparan," lanjutnya.
Simon menegaskan bahwa Pertamina terbuka terhadap keterlibatan pihak ketiga, masyarakat, serta lembaga-lembaga lainnya dalam proses pengujian kualitas BBM. Hal ini, menurutnya, sangat penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik.
"Karena ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat banyak, hak rakyat Indonesia, kami sangat terbuka dan menyambut baik keterlibatan lembaga-lembaga independen dalam pengujian kualitas BBM," imbuh Simon.
Sebelumnya, Simon memastikan bahwa produk Pertamax yang beredar memiliki kadar RON 92, sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Uji terhadap 75 sampel gasolin dari berbagai tingkat RON, yang dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), menunjukkan bahwa Pertamax memenuhi standar tersebut.
"Sampel uji diambil dari terminal BBM Pertamina Pelumpang dan juga di 33 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Jabodebek," jelas Simon.
Baca Juga: Pertamax Oplosan Jadi Ujian Besar, Dirut Pertamina Jamin Kualitas RON 92
"Lemigas telah menguji 75 sampel gasolin dengan berbagai tingkat RON, mulai dari RON 90 untuk Pertalite, RON 92 untuk Pertamax, RON 95 untuk Pertamax Green, dan RON 98 untuk Pertamax Turbo. Sampel ini diambil dari terminal BBM Pertamina Pelumpang dan 33 SPBU di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan," lanjutnya.
Hasil uji lab menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertamina sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM. Namun demikian, Simon menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait kasus korupsi yang terjadi dalam tata kelola minyak, yang telah menimbulkan keresahan. Menurutnya, kejadian ini menjadi pukulan berat bagi semua pihak, termasuk Pertamina.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir. Ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan dan memukul kita semua. Tentu saja, ini adalah ujian besar bagi Pertamina," kata Simon.
Lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa Pertamina menghargai tindakan hukum yang diambil oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan pelanggaran hukum oleh anak perusahaan Pertamina dalam tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023. Pertamina juga siap memberikan bantuan kepada Kejaksaan Agung dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Simon menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menjalankan kegiatan perusahaan dengan prinsip good corporate governance, dan melihat ini sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa Pertamina akan terus bekerja keras untuk menyediakan produk berkualitas yang sesuai dengan standar.
"Saya, sebagai pucuk pimpinan perusahaan, akan berdiri di garis terdepan untuk memastikan bahwa Pertamina tetap menjadi kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia. Sekali lagi, mewakili keluarga besar Pertamina, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia," ujar Simon.
"Kami akan terus memperbaiki diri, karena di dalam Pertamina masih banyak insan-insan yang merah putih, yang memiliki cinta yang besar terhadap bangsa dan negara ini," pungkasnya.
Menurut Simon, hal ini merupakan langkah terobosan yang sangat positif, di mana pihak ketiga akan melakukan uji sampel kualitas BBM secara independen, sementara masyarakat juga dapat turut serta mengawasi pelaksanaannya.
"Sudah pasti gagasan ini sangat baik dan kami sambut dengan antusias. Kehadiran pihak ketiga yang independen akan membantu melakukan uji dengan standar yang lebih dapat diterima," kata Simon dalam konferensi pers. Senin (3/3/2025).
Baca Juga: Permintaan Maaf Dirut Pertamina Soal Sengkarut Tata Kelola Minyak
"Dengan adanya uji yang dilakukan oleh tim Pertamina maupun lembaga yang ada, kami berharap dapat menambah tingkat kepercayaan masyarakat. Keterlibatan masyarakat sangat kami dorong agar mereka bisa ikut mengawasi, karena ini adalah hal yang harus sangat transparan," lanjutnya.
Simon menegaskan bahwa Pertamina terbuka terhadap keterlibatan pihak ketiga, masyarakat, serta lembaga-lembaga lainnya dalam proses pengujian kualitas BBM. Hal ini, menurutnya, sangat penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik.
"Karena ini menyangkut kebutuhan hidup masyarakat banyak, hak rakyat Indonesia, kami sangat terbuka dan menyambut baik keterlibatan lembaga-lembaga independen dalam pengujian kualitas BBM," imbuh Simon.
Sebelumnya, Simon memastikan bahwa produk Pertamax yang beredar memiliki kadar RON 92, sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Uji terhadap 75 sampel gasolin dari berbagai tingkat RON, yang dilakukan oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), menunjukkan bahwa Pertamax memenuhi standar tersebut.
"Sampel uji diambil dari terminal BBM Pertamina Pelumpang dan juga di 33 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di wilayah Jabodebek," jelas Simon.
Baca Juga: Pertamax Oplosan Jadi Ujian Besar, Dirut Pertamina Jamin Kualitas RON 92
"Lemigas telah menguji 75 sampel gasolin dengan berbagai tingkat RON, mulai dari RON 90 untuk Pertalite, RON 92 untuk Pertamax, RON 95 untuk Pertamax Green, dan RON 98 untuk Pertamax Turbo. Sampel ini diambil dari terminal BBM Pertamina Pelumpang dan 33 SPBU di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang Selatan," lanjutnya.
Hasil uji lab menunjukkan bahwa kualitas BBM Pertamina sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM. Namun demikian, Simon menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait kasus korupsi yang terjadi dalam tata kelola minyak, yang telah menimbulkan keresahan. Menurutnya, kejadian ini menjadi pukulan berat bagi semua pihak, termasuk Pertamina.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir. Ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan dan memukul kita semua. Tentu saja, ini adalah ujian besar bagi Pertamina," kata Simon.
Lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa Pertamina menghargai tindakan hukum yang diambil oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan pelanggaran hukum oleh anak perusahaan Pertamina dalam tata kelola impor minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023. Pertamina juga siap memberikan bantuan kepada Kejaksaan Agung dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Simon menambahkan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menjalankan kegiatan perusahaan dengan prinsip good corporate governance, dan melihat ini sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa Pertamina akan terus bekerja keras untuk menyediakan produk berkualitas yang sesuai dengan standar.
"Saya, sebagai pucuk pimpinan perusahaan, akan berdiri di garis terdepan untuk memastikan bahwa Pertamina tetap menjadi kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia. Sekali lagi, mewakili keluarga besar Pertamina, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia," ujar Simon.
"Kami akan terus memperbaiki diri, karena di dalam Pertamina masih banyak insan-insan yang merah putih, yang memiliki cinta yang besar terhadap bangsa dan negara ini," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :