Biar Cepat Terserap, Pemerintah Realokasikan Dana PEN ke Program Lain
Jum'at, 04 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, terkait program besar terbaru yang diluncurkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, Budi pun merinci realisasinya dananya. Untuk bantuan Presiden Produktif dengan DIPA anggaran Rp22 triliun dan target 9,1 juta pelaku usaha mikro, realisasi saat ini sudah mencapai 31,79%. (Baca juga: Diancam Barcelona Lionel Messi Pilih Selesaikan Kontrak)
“Kami cukup bangga bahwa dalam dua minggu sejak diluncurkan, program ini terserap sebanyak Rp27 triliun. Kami yakin akan mencapai target pada September ini dan melakukan percepatan dalam penyalurannya,” ujar dia.
Selanjutnya, subsidi gaji pada para karyawan perusahaan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Anggaran tersedia Rp37,8 triliun dengan target 15,72 juta pekerja, dengan proyeksi serapan pada September ini mencapai Rp19 triliun atau 7,9%.
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengutarakan, pihaknya telah merumuskan beberapa program baru yang ditargetkan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Program itu bertujuan untuk menyerap anggaran PEN yang bernilai ratusan triliun tersebut. (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk Jadi Pangkalan Militernya)
“Kami dari komite berusaha mengeluarkan program tambahan yang Alhamdulillah, program ini untuk mempercepat penyerapan (anggaran PEN),” ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (2/9).
Meski begitu, Erick belum mau membocorkan rencana sejumlah program yang tengah dibahas bersama Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto. Dalam perumusan sejumlah program PEN itu pun komite melibatkan sejumlah stakeholder seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta pihak terkait. Pihak-pihak tersebut pun memberikan masukan yang berharga bagi penanganan dampak pandemi di sejumlah sektor bisnis.
“Kami cukup bangga bahwa dalam dua minggu sejak diluncurkan, program ini terserap sebanyak Rp27 triliun. Kami yakin akan mencapai target pada September ini dan melakukan percepatan dalam penyalurannya,” ujar dia.
Selanjutnya, subsidi gaji pada para karyawan perusahaan yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek. Anggaran tersedia Rp37,8 triliun dengan target 15,72 juta pekerja, dengan proyeksi serapan pada September ini mencapai Rp19 triliun atau 7,9%.
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengutarakan, pihaknya telah merumuskan beberapa program baru yang ditargetkan akan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Program itu bertujuan untuk menyerap anggaran PEN yang bernilai ratusan triliun tersebut. (Baca juga: Pentagon: China Lirik Indonesia untuk Jadi Pangkalan Militernya)
“Kami dari komite berusaha mengeluarkan program tambahan yang Alhamdulillah, program ini untuk mempercepat penyerapan (anggaran PEN),” ujar Erick dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (2/9).
Meski begitu, Erick belum mau membocorkan rencana sejumlah program yang tengah dibahas bersama Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto. Dalam perumusan sejumlah program PEN itu pun komite melibatkan sejumlah stakeholder seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), serta pihak terkait. Pihak-pihak tersebut pun memberikan masukan yang berharga bagi penanganan dampak pandemi di sejumlah sektor bisnis.
Lihat Juga :