Balas Dendam Tarif Trump, Kanada Bakal Potong Ekspor Listrik ke AS

Rabu, 05 Maret 2025 - 05:49 WIB
loading...
Balas Dendam Tarif Trump,...
PM provinsi Ontario Kanada, Doug Ford mengatakan, AS mengandalkan energi kami. Mereka perlu merasakan sakit. Mereka ingin menyerang kami dengan keras, kami akan kembalikan dua kali lebih keras. Foto/Dok Illustrasi.
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri provinsi Ontario Kanada, Doug Ford mengatakan, Kanada siap memangkas ekspor listrik ke AS, ketika Presiden Donald Trump menerapkan tarif impor 25% . Ford bahkan menegaskan tidak gentar dalam menghadapi AS, dan bakal terus memberikan respons atas kebijakan tarif Trump terhadap Kanada.

"Jika mereka ingin mencoba memusnahkan Ontario, saya akan melakukan segalanya - termasuk memotong energi mereka dengan senyum di wajah saya," kata Ford kepada wartawan di konvensi pertambangan di pusat kota Toronto.

Baca Juga: Kanada Balas Donald Trump: Bagaimana Kalau Kami Beli Alaska dari AS?

Ford menambahkan, tidak segan menggandakan janjinya untuk membalas dengan mencocokkan tarif yang diberlakukan AS. Ia juga memberikan, catatan bahwa AS merupakan pelanggan utama listrik Kanada.

"Mereka mengandalkan energi kami. Mereka perlu merasakan sakit. Mereka ingin menyerang kami dengan keras, kami akan kembalikan dua kali lebih keras," katanya.

The Sun melaporkan, Ford mengatakan dia akan menggunakan dolar demi dolar untuk memberikan balasan yang setimpal kepada AS: "Itulah yang akan kami lakukan."

Ford JUGA menyarankan pemerintah federal dan provinsi untuk bersatu terkait pendekatan mereka untuk memerangi tarif AS.

"Provinsi-provinsi memiliki suara besar di dalamnya, tetapi pemerintah federal yang memimpin, dan kami akan berdiri bahu-membahu tidak peduli siapa yang berada di pemerintah federal. Saya (tidak) memulai perang tarif ini, tetapi kita akan memenangkan perang tarif ini," tambah Ford.

Respons ini muncul ketika Trump mengumumkan pada hari Senin, bahwa tarif 25% di Kanada dan Meksiko akan secara resmi mulai berlaku pada hari Selasa. Presiden AS itu mengatakan, tidak ada lagi ruang untuk membuat kesepakatan setelah penundaan 30 hari berakhir.

"Tarif, sudah siap semuanya. Mereka mulai berlaku besok," kata Trump, sembari menambahkan "tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada" untuk membuat kesepakatan sebelum tengah malam.

Trump telah memperingatkan pekan lalu, bahwa kebijakan tarif bakal dilanjutkan setelah dia menundanya selama sebulan setelah berdiskusi dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko, di mana mereka setuju untuk bertindak mengatasi aliran narkoba di perbatasan.

Namun Trump mengatakan pada hari Senin bahwa "sejumlah besar fentanil mengalir ke negara kita" sebagian besar melalui Meksiko dan dari China, dan dia mendorong produsen mobil untuk membangun pabrik di AS untuk menghindari tarif selanjutnya.

"Jadi apa yang harus mereka lakukan adalah membangun pabrik mobil, dan hal-hal lain di Amerika Serikat, dalam hal ini mereka tidak akan terkena tarif," kata Trump.

Baca Juga: Putaran Kedua Tarif Trump, Tak Ada Ruang Pengampunan buat Kanada, China, dan Meksiko

Presiden juga mengumumkan tarif timbal balik akan dimulai 2 April, yang akan mencakup impor dari semua negara yang memungut pajak impor atas barang-barang AS.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Rekomendasi
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Berita Terkini
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved