Saham Penopang Bursa Saham AS Rontok, Wall Street Anjlok

Jum'at, 04 September 2020 - 08:58 WIB
loading...
A A A
Sementara penurunan persentase S&P dan Nasdaq pada hari Kamis adalah yang terdalam sejak 11 Juni, dan penurunan satu hari terbesar Dow Jones sejak 26 Juni. Ini juga menjadi pelemahan terparah ketiga Nasdaq dari rekor penutupan, menurut data dari Bespoke Investment Group. Sekitar 11,98 miliar diperdagangan pada bursa saham AS atau meningkat dibandingkan dengan rata-rata harian 9,22 miliar selama 20 sesi terakhir.

(Baca Juga: AS Terjangkit Resesi, Apakah Berlanjut ke Fase Great Depression Seperti 1929? )

Aksi jual terjadi setelah data ekonomi AS mixed yang dirilis mencakup laporan ang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa yang lebih lambat pada bulan Agustus. Selanjutnya penurunan yang lebih besar dari yang diharapkan dalam klaim pengangguran, rekor PHK tahun ini dan defisit perdagangan yang tiba-tiba besar untuk bulan Juli.

Sementara klaim pengangguran awal mingguan terbaru turun lebih dari yang diantisipasi, mereka tetap tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pertumbuhan lapangan kerja dapat terhenti tanpa stimulus ekonomi lebih lanjut. Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan bahwa Kongres perlu memberikan lebih banyak bantuan fiskal.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Satu Dekade Terakhir,...
Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS
Utang Amerika Bengkak...
Utang Amerika Bengkak jadi Rp635.572 Triliun, IMF: Ekonomi Global dalam Bahaya
Pengaruh Dolar AS di...
Pengaruh Dolar AS di Pasar Global Terancam di Tengah Politisasi Lembaga
The Fed Pangkas Suku...
The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan, Ketiga Kalinya Sepanjang 2025
Diguncang Shutdown Terlama...
Diguncang Shutdown Terlama Pemerintah AS, Gubernur BI Ramal Ekonomi Dunia di Kisaran 3,1%
Rekor! Terdapat 771.000...
Rekor! Terdapat 771.000 Tunawisma di Seluruh Amerika Serikat
Lama Dimanja Belanja...
Lama Dimanja Belanja Online, Konsumen AS Kembali Padati Toko Fisik
Inovasi dalam Kebijakan
Inovasi dalam Kebijakan
Rekomendasi
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved