Brantas Abipraya Kantongi Pendapatan Rp13,37 Triliun di 2024

Jum'at, 07 Maret 2025 - 15:49 WIB
loading...
Brantas Abipraya Kantongi...
PT Brantas Abipraya (Persero) mencatatkan kinerja positif di 2024. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) membukukan pendapatan Rp13,37 triliun pada 2024 berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2024 (unaudited) lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp9,17 triliun. BUMN yang bergerak di bidang konstruksi ini juga mengantongi rating A- dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menunjukkan kinerja keuangan dalam kondisi yang baik.

"Kami menyadari bahwa Brantas Abipraya tumbuh dari perusahaan konstruksi negara yang tak besar, namun seiring berkembangnya industri konstruksi nasional, kami terus berinovasi dan kerap beresiliensi agar dapat bertahan, bersaing dengan BUMN serta Perusahaan konstruksi lainnya di Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana dalam siaran pers, Jumat (7/3/2025).

Baca Juga: Fantastis, Pertamina Kantongi Pendapatan Rp1.224 Triliun Selama 3 Tahun

Brantas Abipraya juga mencatatkan pertumbuhan aset Rp466 miliar atau 5,02% menjadi Rp9,74 triliun pada 2024 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya Rp9,28 triliun. Kenaikan aset terutama disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah aset lancar dari Rp5,15 triliun pada 2023 menjadi Rp5,82 triliun pada 2024.

Sedangkan untuk tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) dalam empat tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan, dari kontrak baru CAGR 23,06%; pendapatan usaha CAGR 26,87%; laba bersih meningkat tajam di angka CAGR 40,54%; untuk pertumbuhan Aset CAGR 11,82% dengan kenaikan ekuitas selama 4 tahun terakhir 14,53%. Adapun kenaikan aset utamanya bersumber dari laba bersih dan cash flow.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved