Pusat Data Senilai Rp4,8 T Mulai Pembangunan di Jantung Bisnis Jakarta
Sabtu, 08 Maret 2025 - 09:27 WIB
loading...
Perusahaan infrastruktur dan layanan digital, SM+ yang didukung oleh Sinar Mas, bersama mitranya, Korea Investment Real Asset Management (KIRA) membangun pusat data di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan infrastruktur dan layanan digital, SM+ yang didukung oleh Sinar Mas, bersama dengan mitra usaha patungannya, Korea Investment Real Asset Management (KIRA) meresmikan peletakan batu pertama pembangunan SMX01, pusat data AI-ready dan kaya akan konektivitas di Kawasan Pusat Bisnis Jakarta.
Fasilitas canggih ini menelan investasi senilai lebih dari USD300 juta yang setara Rp4,8 triliun (dengan kurs Rp16.065 per USD) dan dikembangkan melalui kerja sama dengan LG Sinar Mas sebagai penasihat teknologi dan operator, dengan memanfaatkan pengalaman timnya dalam mengoperasikan dan mengembangkan lebih dari 600 MW kapasitas pusat data di Korea.
Dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026, SMX01 bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan infrastruktur digital di Asia Tenggara, yang mana ekonomi digitalnya diproyeksikan akan mencapai USD1 triliun pada tahun 2030.
Baca Juga: Infrastruktur Digital: Kunci Sukses AI dan Ekonomi Digital di Asia Pasifik
Dengan luas data hall white space hampir 15.500 meter persegi, SMX01 adalah pusat data yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari bisnis enterprise hingga perusahaan hyperscale global. Dengan infrastruktur andal yang mendukung hingga 2.400 rak yang terbagi ke dalam sembilan data hall, SMX01 menawarkan skalabilitas yang tinggi.
Fasilitas canggih ini menelan investasi senilai lebih dari USD300 juta yang setara Rp4,8 triliun (dengan kurs Rp16.065 per USD) dan dikembangkan melalui kerja sama dengan LG Sinar Mas sebagai penasihat teknologi dan operator, dengan memanfaatkan pengalaman timnya dalam mengoperasikan dan mengembangkan lebih dari 600 MW kapasitas pusat data di Korea.
Dijadwalkan untuk mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026, SMX01 bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan infrastruktur digital di Asia Tenggara, yang mana ekonomi digitalnya diproyeksikan akan mencapai USD1 triliun pada tahun 2030.
Baca Juga: Infrastruktur Digital: Kunci Sukses AI dan Ekonomi Digital di Asia Pasifik
Dengan luas data hall white space hampir 15.500 meter persegi, SMX01 adalah pusat data yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, mulai dari bisnis enterprise hingga perusahaan hyperscale global. Dengan infrastruktur andal yang mendukung hingga 2.400 rak yang terbagi ke dalam sembilan data hall, SMX01 menawarkan skalabilitas yang tinggi.
Lihat Juga :