Incar Pasar Global, Pandu Tani Buka 3 Kantor Perwakilan Luar Negeri
Jum'at, 04 September 2020 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara calon pemegang mandat kantor perwakilan Patani Jepang, Muhammad Nujulai mengaku sangat antusias atas mandat yang diberikan kepadanya. Lewat pembicaraan whatshap dari kediamannya di Fukuoka, Jepang, dirinya mengaku akan berupaya menjalankan dengan baik mandat yang dipercayakan.
(Baca Juga: Perbaikan Manajemen Pertanian Dinilai Jadi Kunci Kesejahteraan Petani)
"Mudah-mudahan jaringan yang selama ini saya bangun di Jepang bisa lebih terkoneksi dan terkoordinasi dengan baik dalam wadah Patani ini, sekaligus bisa membantu para petani Indonesia memasarkan produknya di Jepang," katanya.
Di tempat terpisah, salah satu pembina petani kopi, kakao dan rempah-rempah Nusantara, Profesor Rubiyo menyambut baik pembentukan kantor perwakilan Patani di luar negeri. "Saya dua kali ke Meksiko. Jika ada peluang (pasar), kita coba. Pastinya kalau ada jaminan pasarnya, petani tentu bersemangat sekali. Tinggal lagi kita ketahui produk dan kualitasnya seperti apa, lalu kita bina dan arahkan petaninya," ujar Rubiyo.
Peneliti Utama di Balitbang Kementerian Pertanian ini mengungkapkan, sejauh ini dirinya bersama sejumlah rekannya intens membina petani perkebunan kopi, kakao, lada dan pala. "Bila dimungkinkan bisa ekspor ke Meksiko, tentu petani senang sekali. Saya juga kenal baik dengan Atase Pertanian Jepang, kebetulan masih yunior saya," ujar Rubiyo.
(Baca Juga: Perbaikan Manajemen Pertanian Dinilai Jadi Kunci Kesejahteraan Petani)
"Mudah-mudahan jaringan yang selama ini saya bangun di Jepang bisa lebih terkoneksi dan terkoordinasi dengan baik dalam wadah Patani ini, sekaligus bisa membantu para petani Indonesia memasarkan produknya di Jepang," katanya.
Di tempat terpisah, salah satu pembina petani kopi, kakao dan rempah-rempah Nusantara, Profesor Rubiyo menyambut baik pembentukan kantor perwakilan Patani di luar negeri. "Saya dua kali ke Meksiko. Jika ada peluang (pasar), kita coba. Pastinya kalau ada jaminan pasarnya, petani tentu bersemangat sekali. Tinggal lagi kita ketahui produk dan kualitasnya seperti apa, lalu kita bina dan arahkan petaninya," ujar Rubiyo.
Peneliti Utama di Balitbang Kementerian Pertanian ini mengungkapkan, sejauh ini dirinya bersama sejumlah rekannya intens membina petani perkebunan kopi, kakao, lada dan pala. "Bila dimungkinkan bisa ekspor ke Meksiko, tentu petani senang sekali. Saya juga kenal baik dengan Atase Pertanian Jepang, kebetulan masih yunior saya," ujar Rubiyo.
(fai)
Lihat Juga :