Takaran MinyaKita Disunat, Wamentan: Jangan Ingin Untung Sesaat, Rakyat Dikorbankan
Rabu, 12 Maret 2025 - 19:55 WIB
loading...
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono merespons kasus pengurangan takaran MinyaKita. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Pertanian ( Wamentan ) Sudaryono merespons kasus pengurangan takaran MinyaKita . Terungkap ada kemasan MinyaKita berlabel 1 liter ternyata hanya berisi sekitar 750-800 mililiter.
"Kalau kita ngomong agama sudah ada di Al-Quran, ngurangi timbangan itu neraka ancamannya. Tapi selain ancaman neraka kalau udah nanti di akhirat masuk neraka juga akan ditindak tegas," kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Baca Juga: Mendag Angkat Bicara Soal Kabar MinyaKita Dioplos dan Dikemas Ulang
Pada kesempatan itu, Sudaryono pun mengungkapkan kecurangan dengan mengurangi takaran MinyaKita sudah ditemukan di beberapa titik. Bahkan sudah ada tiga perusahaan yang sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian. "Kemarin di Solo juga ditemukan ada dua perusahaan baru."
Sudaryono juga mengutarakan, pesan dari Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak boleh ada siapapun yang menari-nari di atas penderitaan rakyat. "Pesan Presiden adalah tidak boleh ada lagi siapapun itu menari-nari di atas kepentingan, menari-nari di atas penderitaan rakyat."
"Kalau kita ngomong agama sudah ada di Al-Quran, ngurangi timbangan itu neraka ancamannya. Tapi selain ancaman neraka kalau udah nanti di akhirat masuk neraka juga akan ditindak tegas," kata Sudaryono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Baca Juga: Mendag Angkat Bicara Soal Kabar MinyaKita Dioplos dan Dikemas Ulang
Pada kesempatan itu, Sudaryono pun mengungkapkan kecurangan dengan mengurangi takaran MinyaKita sudah ditemukan di beberapa titik. Bahkan sudah ada tiga perusahaan yang sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian. "Kemarin di Solo juga ditemukan ada dua perusahaan baru."
Sudaryono juga mengutarakan, pesan dari Presiden Prabowo Subianto bahwa tidak boleh ada siapapun yang menari-nari di atas penderitaan rakyat. "Pesan Presiden adalah tidak boleh ada lagi siapapun itu menari-nari di atas kepentingan, menari-nari di atas penderitaan rakyat."
Lihat Juga :