Bank Indonesia Menghadirkan Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital Melalui QRIS TAP

Senin, 17 Maret 2025 - 07:00 WIB
loading...
Bank Indonesia Menghadirkan...
Bank Indonesia (BI) meluncurkan Quick Response Code Indonesian Standard Tanpa Pindai atau QRIS TAP. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan inovasi kekinian melalui Quick Response Code Indonesian Standard Tanpa Pindai atau QRIS TAP. Layanan transaksi keuangan yang mengusung teknologi Near Field Communication (NFC), ini memudahkan masyarakat dalam bertransaksi tanpa perlu scan atau pindai. QRIS TAP memberikan pengalaman pembayaran lebih praktis, efisien, aman, dan andal.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, layanan ini merupakan inovasi untuk semakin mempermudah pembayaran digital. “Implementasi ini akan memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah bagi layanan publik, serta mendukung program Asta Cita Pemerintah,” kata Perry Warjiyo saat peluncuran QRIS TAP di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Jumat (14/3/2025).

Implementasi layanan ini merupakan hasil kerjasama antara BI, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), hingga Pemerintah DKI Jakarta.

Gubernur BI saat peluncuran QRIS TAP didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua ASPI Santoso Liem, Pimpinan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) dan Penyelenggara Infrastruktur Pembayaran (PIP), serta pimpinan operator resmi QRIS TAP.

Perry Warjiyo menegaskan, QRIS TAP merupakan terobosan maju dalam sistem pembayaran digital di Indonesia. Layanan ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga untuk meningkatkan inklusi keuangan. Sehingga akan semakin banyak orang mengakses layanan keuangan melalui teknologi digital.

Bank Indonesia Menghadirkan Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital Melalui QRIS TAP


Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat mencoba langsung QRIS TAP yang praktis, efisien, aman, dan handal di MRT Thamrin. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)

Pada tahap awal, QRIS TAP hanya bisa digunakan untuk transportasi umum antara lain MRT Bundaran HI dari MRT Lebak Bulus, 12 moda RoyalTrans atau TransJakarta, 120 armada JR Connexion atau Damri, serta satu armada Trans Sarbagita Bali. BI menargetkan implementasi QRIS Tap sepenuhnya dapat dijalankan pada seluruh mobil penumpang Damri pada Juni 2025, termasuk TransPasundan dan TransSurabaya.

Selain transportasi umum, QRIS TAP juga bisa digunakan pada 1.528 ritel, 550 rumah sakit, 138 UMKM, dan tiga tempat parkir. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung penuh implementasi layanan digital ini. Menurutnya, layanan ini merupakan kolaborasi pembayaran dan transportasi yang sejalan dengan visi nasional transformasi digital.

“Berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi layanan publik, serta mendorong perluasan ekosistem digital nasional. QRIS TAP menjadi katalis perpindahan masyarakat, yang telah sesuai dengan komitmen Pemerintah dalam membenahi infrastruktur di bidang konektivitas,” ucap Menteri Dudy.

Nisa, karyawati swasta, yang seringkali menggunakan mode transportasi Mass Rapid Transit (MRT) rute Bundaran HI-Lebak Bulus menyambut baik peluncuran QRIS TAP. Ia tidak perlu repot melakukan tap in dan tap out uang elektronik saat akan menggunakan MRT.

“Lebih simpel ya. Cukup buka mobile banking, setelah itu mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran, transaksi bisa dilakukan dengan cepat. Gak perlu ngetap atau memindai QR Code secara manual lagi. Jadi gak perlu antri lagi,” ujarnya.

Bank Indonesia Menghadirkan Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital Melalui QRIS TAP


Qris TAP lebih unggul dibandingkan dengan uang elektronik berbasis chip. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)

Transaksi QRIS Tap Lebih Cepat

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono mengatakan, proses penggunaan Qris TAP lebih unggul dibandingkan dengan uang elektronik berbasis chip, seperti yang saat ini banyak digunakan masyarakat. QRIS Tap juga lebih cepat dibandingkan menggunakan QRIS dengan cara melakukan scan barcode.

“Penggunaan uang elektronik chip based membutuhkan 4 sampai 5 detik untuk terbaca. Kalau QRIS TAP hanya 0,3 detik. Uji coba yang kita lakukan bisa sampai 0,3 detik. Penggunaan QRIS TAP dapat mengurangi antrian saat menggunakan transportasi publik,” tuturnya saat acara Taklimat Media di Gedung Bank Indonesia, Jumat (14/3/2025).

Menurutnya, QRIS TAP menggabungkan teknologi QRIS Consumer Presented Mode (CPM) dengan NFC. Teknologi NFC menggunakan jaringan nirkabel jarak dekat yang menggunakan gelombang radio. Karena itu, pengguna tak perlu memindai atau scan barcode QRIS untuk melakukan pembayaran. Cukup melakukan tap melalui Mobile Banking.

Menggunakan QRIS TAP pun sangat mudah. Pertama, buka aplikasi mobile banking atau aplikasi sistem pembayaran lain yang mendukung NFC di smartphone Anda. Kemudian pilih menu QRIS dan pilih fitur QRIS TAP. Selanjutnya, Anda masukkan PIN transaksi.

Dekatkan smartphone ke terminal di merchant. Kemudian, transaksi akan tertera di layar. Transaksi selesai. Mudah dan cepat kan! Untuk saat ini, QRIS TAP hanya dapat digunakan pada perangkat Android. Sedangkan Apple masih membatasi akses teknologi NFC di perangkatnya.

"QRIS TAP saat ini hanya bisa digunakan di perangkat Android. Karena bisa dikatakan Android aksesnya dibuka. Sedangkan kalau Apple dia eksklusif. Kami berupaya menjalin komunikasi dengan Apple agar fitur QRIS TAP bisa digunakan di iPhone,” ujar Dicky.

Dicky menambahkan, layanan QRIS TAP saat ini sudah bisa dilakukan di 2.353 merchant. Adapun rinciannya, yakni 1.528 ritel, 134 transportasi, 550 rumah sakit, 138 UMKM, dan 3 parkir. Adapun kanal NFC eksisting untuk akseptasi QRIS TAP atau mesin yang dapat membaca QRIS TAP tercatat mencapai 1.081.543.

Saat ini, sebanyak 15 penyedia jasa pembayaran (PJP), baik perbankan maupun lembaga keuangan non bank, sudah menyediakan layanan QRIS TAP. Adapun kelima belas PJP ini antara lain BRI, BCA, BNI, Bank Mandiri, Bank Mega, CIMB Niaga, Bank DKI, Permata Bank, Bank Nobu, Bank Sinarmas, BPD Bali, Gopay, Shopeepay, Dana, dan Netzme.

Bank Indonesia Menghadirkan Kemudahan Transaksi Pembayaran Digital Melalui QRIS TAP

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono saat meninjau penggunaan QRIS TAP di RSUD Tarakan. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)

QRIS TAP di BLUD Bebas MDR

Layanan QRIS TAP tidak hanya ditujukan untuk transaksi transportasi, tapi bisa digunakan untuk layanan umum, seperti Rumah Sakit. Dicky mengatakan QRIS TAP juga sudah bisa digunakan di sejumlah ritel dan rumah sakit (RS) seperti RSUD Tarakan.

Dicky Kartikoyono mengatakan, layanan QRIS TAP yang diterapkan oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seperti di RSUD Tarakan. tidak dipungut Merchant Discount Rate (MDR) atau biaya dari setiap transaksi. "MDR-nya nol persen ya dan layanan ini tentunya bisa mengoptimalkan pendapatan dari RSUD," kata Dicky saat meninjau transaksi pembayaran di RSUD Tarakan, Jumat (14/3/2025).

Menurutnya, kedepannya Bank Indonesia berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memperluas akseptasi QRIS TAP serta pengembangan inovasi sistem pembayaran secara berkelanjutan, yang sejalan dengan arah navigasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
(skr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved