Afrika Selatan Rugi Rp2.537 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Rabu, 19 Maret 2025 - 06:13 WIB
loading...
Akibat pemadaman listrik secara intensif pada tahun 2023, ekonomi Afrika Selatan (Afsel) menelan kerugian mencapai USD155 miliar atau setara Rp2.537 triliun. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Akibat pemadaman listrik secara intensif pada tahun 2023, ekonomi Afrika Selatan (Afsel) menelan kerugian mencapai USD155 miliar atau setara Rp2.537 triliun (dengan kurs Rp16.371 per dolar AS). Namun pada tahun 2024, ekonomi Afrika Selatan mulai pulih.
Pada tahun kemarin tidak ada penurunan beban akibat selama 300 hari berturut-turut antara periode April dan Desember 2024. Kondisi ini menjadi sinyal perbaikan krisis listrik yang sempat dialami negara anggota BRICS tersebut.
Baca Juga: Presiden Afrika Selatan: Menangkap Putin sebagai Deklarasi Perang
Hal ini disampaikan oleh Dewan Penelitian Ilmiah dan Industri (CSIR) dalam laporan statistik pembangkit listrik skala utilitas yang mencakup Januari hingga Desember 2024. Diterangkan ekonomi Afsel mulai bangkit kembali pada tahun lalu, seiring membaiknya pasokan listrik .
Laporan CSIR juga mencatat bahwa harga rata-rata listrik secara nasional meningkat sebesar 12,74% tahun ini mencapai ~ c/kWh 195, yang jauh lebih tinggi daripada biaya sumber daya pembangkit variabel terbaru yang berkisar antara c/kWh 50 dan 60 untuk fotovoltaik surya (PV) dan angin.
Pada tahun kemarin tidak ada penurunan beban akibat selama 300 hari berturut-turut antara periode April dan Desember 2024. Kondisi ini menjadi sinyal perbaikan krisis listrik yang sempat dialami negara anggota BRICS tersebut.
Baca Juga: Presiden Afrika Selatan: Menangkap Putin sebagai Deklarasi Perang
Hal ini disampaikan oleh Dewan Penelitian Ilmiah dan Industri (CSIR) dalam laporan statistik pembangkit listrik skala utilitas yang mencakup Januari hingga Desember 2024. Diterangkan ekonomi Afsel mulai bangkit kembali pada tahun lalu, seiring membaiknya pasokan listrik .
Laporan CSIR juga mencatat bahwa harga rata-rata listrik secara nasional meningkat sebesar 12,74% tahun ini mencapai ~ c/kWh 195, yang jauh lebih tinggi daripada biaya sumber daya pembangkit variabel terbaru yang berkisar antara c/kWh 50 dan 60 untuk fotovoltaik surya (PV) dan angin.
Lihat Juga :