PT reNIKOLA-KPNJ Teken Perjanjian BOOT Proyek CBGG di Sumut
Selasa, 18 Maret 2025 - 14:32 WIB
loading...
Penandatanganan perjanjian Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) antara PT reNIKOLA Primer Energi dan KPNJ. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Mempercepat investasinya di sektor energi baru terbarukan ( EBT ), PT reNIKOLA Primer Energi menandatangani perjanjian Build-Own-Operate-Transfer (BOOT) dengan PT Karya Pratama Niagajaya (PT KPNJ) yang merupakan bagian dari PT Mahkota Group Tbk.Kolaborasi menandai awal dari kemitraan jangka panjang antara reNIKOLA dengan PT Mahkota Group Tbk dalam upaya mendorong dekarbonisasi industri sawit di Indonesia.
Perjanjian ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT reNIKOLS Khong Ho Ming dan Direktur Utama KPNJ, Usli.Dengan total investasi yang diperkirakan mencapai USD6 juta, proyek ini akan memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) dari pabrik kelapa sawit PT KPNJ untuk menghasilkan lebih dari 108.000 MMBtu biomethane serta mengurangi emisi CO2 sekitar 40.000 ton per tahunnya.
Baca Juga: Penerapan EBT di Perdesaan Penting untuk Pelayanan Publik
Proyek ini menjadi yang pertama dari banyak proyek lainnya yang akan datang antara PT reNIKOLA dan PT Mahkota Group Tbk dalam pengembangan energi berkelanjutan dan pengurangan karbon di Indonesia. reNIKOLA Group menargetkan pengembangan 40 proyek dalam tiga tahun ke depan melalui investasi yang mencapai lebih dari USD240 juta. Didukung oleh B.Grimm Power, pemegang 45% saham, reNIKOLA Holding Sdn. Bhd. berada dalam posisi kuat untuk menjalankan proyek EBT berskala besar di Indonesia.
B.Grimm Power merupakan salah satu pemain utama di sektor EBT dengan pengalaman lebih dari 146 tahun. Dukungan finansial dan keahlian teknis dari B.Grimm Power semakin memperkokoh langkah-langkah pengembangan EBT oleh reNIKOLA. CEO PT reNIKOLA Mohd Amran bin Mohd Yusof menjelaskan, misi perusahaan adalah mempercepat transisi energi bersih melalui investasi strategis dan pengembangan teknologi.
Perjanjian ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT reNIKOLS Khong Ho Ming dan Direktur Utama KPNJ, Usli.Dengan total investasi yang diperkirakan mencapai USD6 juta, proyek ini akan memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) dari pabrik kelapa sawit PT KPNJ untuk menghasilkan lebih dari 108.000 MMBtu biomethane serta mengurangi emisi CO2 sekitar 40.000 ton per tahunnya.
Baca Juga: Penerapan EBT di Perdesaan Penting untuk Pelayanan Publik
Proyek ini menjadi yang pertama dari banyak proyek lainnya yang akan datang antara PT reNIKOLA dan PT Mahkota Group Tbk dalam pengembangan energi berkelanjutan dan pengurangan karbon di Indonesia. reNIKOLA Group menargetkan pengembangan 40 proyek dalam tiga tahun ke depan melalui investasi yang mencapai lebih dari USD240 juta. Didukung oleh B.Grimm Power, pemegang 45% saham, reNIKOLA Holding Sdn. Bhd. berada dalam posisi kuat untuk menjalankan proyek EBT berskala besar di Indonesia.
B.Grimm Power merupakan salah satu pemain utama di sektor EBT dengan pengalaman lebih dari 146 tahun. Dukungan finansial dan keahlian teknis dari B.Grimm Power semakin memperkokoh langkah-langkah pengembangan EBT oleh reNIKOLA. CEO PT reNIKOLA Mohd Amran bin Mohd Yusof menjelaskan, misi perusahaan adalah mempercepat transisi energi bersih melalui investasi strategis dan pengembangan teknologi.
Lihat Juga :