Strategi Hilirisasi Petrokimia Gresik Dorong Perekonomian Nasional
Sabtu, 22 Maret 2025 - 22:23 WIB
loading...
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dinobatkan sebagai The Best CEO Developing Talent untuk kategori CEO Kategori Anak Perusahaan BUMN. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Petrokimia Gresik berhasil merumuskan dan menjalankan strategi bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Strategi hilirisasi Petrokimia Gresik dinilai mampu mendorong pertumbuhan perusahaan serta memberikan dampak positif bagi industri dan perekonomian nasional.
"Ke depan kami memperkuat industri hilir sekaligus menjadi masa depan baru bagi Petrokimia Gresik, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk samping menjadi produk baru yang memiliki added value untuk mendukung industri lain," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam pernyataannya, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: Petrokimia Gresik Optimalkan Layanan Melalui Inovasi Digital
Strategi hilirisasi sudah dijalankan Petrokimia Gresik sejak beberapa tahun terakhir. Petrokimia Gresik telah memproduksi green surfaktan yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).
Petrokimia Gresik juga akan memulai pembangunan pabrik Soda Ash di tahun 2025, lanjut Dwi Satriyo, yang akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. Apabila pabrik Soda Ash beroperasi sesuai target 2028, akan memberikan revenue sebesar Rp1,6 triliun.
"Ke depan kami memperkuat industri hilir sekaligus menjadi masa depan baru bagi Petrokimia Gresik, yakni dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk samping menjadi produk baru yang memiliki added value untuk mendukung industri lain," ujar Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo dalam pernyataannya, Sabtu (22/3/2025).
Baca Juga: Petrokimia Gresik Optimalkan Layanan Melalui Inovasi Digital
Strategi hilirisasi sudah dijalankan Petrokimia Gresik sejak beberapa tahun terakhir. Petrokimia Gresik telah memproduksi green surfaktan yang dapat digunakan di sektor minyak dan gas (migas) untuk meningkatkan produksi lapangan minyak tua melalui teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery).
Petrokimia Gresik juga akan memulai pembangunan pabrik Soda Ash di tahun 2025, lanjut Dwi Satriyo, yang akan menjadi penopang penting dalam mendukung tumbuh kembangnya industri kaca dan deterjen dalam negeri. Apabila pabrik Soda Ash beroperasi sesuai target 2028, akan memberikan revenue sebesar Rp1,6 triliun.
Lihat Juga :