Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang Magnet Baru Investasi Global
Rabu, 26 Maret 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Satu-satunya kawasan industri dengan akses tol yang langsung menyajikan pemandangan laut, KEK ini juga diapit oleh pegunungan dan laut, memberikan nilai tambah dengan lanskap yang indah dan asri. Keunggulan geografis inilah yang menjadi salah satu faktor utama dalam perolehan status KEK dengan sektor Pariwisata.
KEK Industropolis Batang hadir sebagai pusat ekonomi baru yang berfokus pada tiga sektor utama. Pertama, sektor Industri dan Pengolahan yang menjadi rumah bagi manufaktur berteknologi tinggi, seperti otomotif, elektronik, petrokimia, tekstil, serta makanan dan minuman. Kehadiran sektor ini akan meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal sebelum dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.
Kedua, sektor Logistik dan Distribusi yang akan menjadikan KEK ini sebagai simpul perdagangan global dengan fasilitas logistik terintegrasi, termasuk pelabuhan dan gudang berikat. Ketiga, sektor Pariwisata yang dikembangkan dengan konsep destinasi wisata industri dan ekowisata berkelas dunia, memberikan nilai tambah bagi industri kreatif dan hospitality.
Sebelum ditetapkannya status KEK, kawasan ini telah menarik minat 27 tenant global, yang menunjukkan daya tariknya sebagai pusat investasi. Tenant-tenant ini berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Chili, Jepang, Taiwan, dan China, dengan industri yang mencakup solar panel, kaca, wood pellet, alas kaki, PVC, grinding ball, keramik, gas industri, hingga alat kesehatan. Hingga saat ini, total nilai investasi yang telah masuk mencapai Rp17,95 triliun.
Dari 7 tenant yang telah beroperasi, kawasan ini telah menyerap 7.008 tenaga kerja, dengan 80% berasal dari Kabupaten Batang. Dengan status KEK, KITB diproyeksikan akan menarik tambahan investasi senilai Rp75,8 triliun serta menciptakan 58.145 lapangan kerja baru. Saat beroperasi penuh, KEK ini berpotensi menyerap hingga 250.000 tenaga kerja, menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.
Keberadaan KEK Industropolis Batang sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya saing industri nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Dengan infrastruktur modern, seperti jaringan jalan kawasan, rumah susun, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), bendung urang dan jaringan transmisi, reservoir, Instalasi Pengolahan Air (IPA), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta jaringan transmisi gas, KEK ini menawarkan ekosistem industri yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
KEK Industropolis Batang hadir sebagai pusat ekonomi baru yang berfokus pada tiga sektor utama. Pertama, sektor Industri dan Pengolahan yang menjadi rumah bagi manufaktur berteknologi tinggi, seperti otomotif, elektronik, petrokimia, tekstil, serta makanan dan minuman. Kehadiran sektor ini akan meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal sebelum dipasarkan ke dalam maupun luar negeri.
Kedua, sektor Logistik dan Distribusi yang akan menjadikan KEK ini sebagai simpul perdagangan global dengan fasilitas logistik terintegrasi, termasuk pelabuhan dan gudang berikat. Ketiga, sektor Pariwisata yang dikembangkan dengan konsep destinasi wisata industri dan ekowisata berkelas dunia, memberikan nilai tambah bagi industri kreatif dan hospitality.
Sebelum ditetapkannya status KEK, kawasan ini telah menarik minat 27 tenant global, yang menunjukkan daya tariknya sebagai pusat investasi. Tenant-tenant ini berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Korea Selatan, Chili, Jepang, Taiwan, dan China, dengan industri yang mencakup solar panel, kaca, wood pellet, alas kaki, PVC, grinding ball, keramik, gas industri, hingga alat kesehatan. Hingga saat ini, total nilai investasi yang telah masuk mencapai Rp17,95 triliun.
Dari 7 tenant yang telah beroperasi, kawasan ini telah menyerap 7.008 tenaga kerja, dengan 80% berasal dari Kabupaten Batang. Dengan status KEK, KITB diproyeksikan akan menarik tambahan investasi senilai Rp75,8 triliun serta menciptakan 58.145 lapangan kerja baru. Saat beroperasi penuh, KEK ini berpotensi menyerap hingga 250.000 tenaga kerja, menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia.
Keberadaan KEK Industropolis Batang sejalan dengan Asta Cita pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya saing industri nasional dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Dengan infrastruktur modern, seperti jaringan jalan kawasan, rumah susun, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), bendung urang dan jaringan transmisi, reservoir, Instalasi Pengolahan Air (IPA), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta jaringan transmisi gas, KEK ini menawarkan ekosistem industri yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
Lihat Juga :