Ray Dalio Warning Lonjakan Utang AS, Ingatkan Soal Negara Bisa Bangkrut

Kamis, 27 Maret 2025 - 10:17 WIB
loading...
Ray Dalio Warning Lonjakan...
Ray Dalio pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Ray Dalio pendiri Hedge Fund Bridgewater Associates berdiskusi dengan Ketua Anggaran DPR Jodey Arrington dan anggota DPR dari Partai Republik terkait peringatan soal lonjakan utang AS.

"Saya menghargai kemampuan kami untuk berdiskusi secara jujur tanpa politik dan mengingatkan soal mekanisme bagaimana negara-negara bisa bangkrut dengan situasi seperti ini," ujar Dalio dalam sebuah pernyataan mengenai pertemuan tersebut pada hari Selasa, dikutip dari Business Insider, Kamis (27/3/2025).

Baca Juga: Dewan Penasihat Danantara Diisi Tokoh Asing, Ray Dalio hingga Mantan PM Thailand

Arrington berterima kasih kepada Dalio karena telah bertemu dengan mereka dan Dalio telah membunyikan alarm kepada para anggota kongres mengenai kebutuhan mendesak untuk mengatasi utang hingga pengeluaran anggaran yang terus membengkak secara eksponensial.

Dalio mengungkapkan ada pengakuan yang cukup luas di antara para hadirin bahwa defisit anggaran perlu dipangkas menjadi sekitar 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menegaskan pemangkasan ini untuk memastikan biaya pembayaran utang tidak menekan kemampuan pemerintah untuk membelanjakan anggaran.

"Saya berharap dapat terus berkomunikasi mengenai isu-isu ini dan melakukan diskusi serupa dengan pihak-pihak lain sehingga ada penilaian yang realistis mengenai isu-isu ini dan apa yang dapat dilakukan untuk menanganinya," ujar Dalio.

Dalio sebelumnya telah menyuarakan peringatan tentang bahaya ekonomi dari tingkat utang yang melonjak. Bulan lalu, Dalio mengatakan dalam sebuah wawancara di World Governments Summit di Dubai bahwa Amerika dapat mengalami "serangan jantung" jika tidak mengurangi pengeluaran defisitnya.

"Menunggu terlalu lama sama saja dengan mengabaikan penumpukan plak hingga terjadi serangan jantung," kata Dalio pada Februari lalu.

Baca Juga: Utang Bengkak Lebih Rp596.880 Triliun, Amerika Akan Segera Bangkrut?

Pemerintah Federal mengumpulkan pendapatan USD4,92 triliun pada tahun fiskal 2024, tetapi membelanjakan sekitar USD6,75 triliun. Hal ini menciptakan defisit sebesar USD1,83 triliun peningkatan utang sebesar USD138 miliar dari tahun fiskal sebelumnya.

Dalio dalam sebuah wawancara di podcast "Odd Lots" Bloomberg, yang disiarkan awal bulan ini bahwa AS dapat menghadapi krisis utang dalam tiga tahun ke depan jika tidak bertindak cepat.

"Jika Anda tidak melakukan itu, maka Anda yang menanggung akibatnya. Anda harus bertanggung jawab atas konsekuensinya," ujar Dalio kepada Bloomberg.

"Ketika ekonomi dan serangan jantung semacam ini datang, maka Anda akan mendapati diri Anda bahwa para pemilih tidak akan terlalu senang. Jadi, Anda memilikinya," lanjutnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Rekomendasi
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
Berita Terkini
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved