Utang Bengkak Lebih Rp596.880 Triliun, Amerika Akan Segera Bangkrut?
Kamis, 27 Maret 2025 - 07:25 WIB
loading...
Lembaga pemeringkat Moodys telah membunyikan alarm atas kesehatan fiskal Amerika Serikat. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Moody's telah membunyikan alarm atas kesehatan fiskal Amerika Serikat (AS) memperingatkan akan adanya penurunan yang terus berlanjut akibat melebarnya defisit anggaran dan meningkatnya kekhawatiran akan keterjangkauan utang.
Peringatan ini muncul ketika utang nasional melampaui USD36 triliun atau setara Rp596.880 triliun, dan defisit tahunan melebihi USD1,7 triliun sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan pemerintah untuk mengelola kewajiban pembayaran utang.
"Kekuatan fiskal AS berada di jalur penurunan multiyears yang berkelanjutan, setelah semakin memburuk sejak Moody's memberikan prospek negatif pada peringkat kredit AAA Amerika pada November 2023," ungkap agensi tersebut dalam sebuah laporan dikutip oleh Financial Times.
Baca Juga: Warga Kanada Boikot Liburan ke AS, Ekonomi Amerika Bisa Tekor Rp33 Triliun
Presiden AS Donald Trump telah menganjurkan langkah-langkah untuk menstabilkan keuangan negara, termasuk menerapkan tarif yang signifikan dan mengusulkan pemotongan pajak untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Namun, Moody's telah memperingatkan bahwa memperpanjang pemotongan pajak yang substansial tanpa menerapkan pengurangan pengeluaran signifikan dapat memperburuk tantangan fiskal negara.
"Kami melihat berkurangnya prospek bahwa kekuatan-kekuatan ini akan terus mengimbangi pelebaran defisit fiskal dan menurunnya keterjangkauan utang," demikian menurut Reuters dikutip dari Russian Today, Kamis (27/3/2025).
Partai Republik mendorong perpanjangan pemotongan pajak senilai USD4,5 triliun, yang pada gilirannya akan membutuhkan pengurangan pengeluaran yang signifikan, sesuatu yang mungkin bertentangan dengan komitmen Trump untuk melindungi program-program sosial, kata agensi tersebut.
Peringatan ini muncul ketika utang nasional melampaui USD36 triliun atau setara Rp596.880 triliun, dan defisit tahunan melebihi USD1,7 triliun sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan pemerintah untuk mengelola kewajiban pembayaran utang.
"Kekuatan fiskal AS berada di jalur penurunan multiyears yang berkelanjutan, setelah semakin memburuk sejak Moody's memberikan prospek negatif pada peringkat kredit AAA Amerika pada November 2023," ungkap agensi tersebut dalam sebuah laporan dikutip oleh Financial Times.
Baca Juga: Warga Kanada Boikot Liburan ke AS, Ekonomi Amerika Bisa Tekor Rp33 Triliun
Presiden AS Donald Trump telah menganjurkan langkah-langkah untuk menstabilkan keuangan negara, termasuk menerapkan tarif yang signifikan dan mengusulkan pemotongan pajak untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Namun, Moody's telah memperingatkan bahwa memperpanjang pemotongan pajak yang substansial tanpa menerapkan pengurangan pengeluaran signifikan dapat memperburuk tantangan fiskal negara.
"Kami melihat berkurangnya prospek bahwa kekuatan-kekuatan ini akan terus mengimbangi pelebaran defisit fiskal dan menurunnya keterjangkauan utang," demikian menurut Reuters dikutip dari Russian Today, Kamis (27/3/2025).
Partai Republik mendorong perpanjangan pemotongan pajak senilai USD4,5 triliun, yang pada gilirannya akan membutuhkan pengurangan pengeluaran yang signifikan, sesuatu yang mungkin bertentangan dengan komitmen Trump untuk melindungi program-program sosial, kata agensi tersebut.
Lihat Juga :