Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
Jum'at, 04 April 2025 - 17:02 WIB
loading...
Pengenaan tarif impor baru Presiden AS Donald Trump kepada kepada puluhan negara, tidak terkecuali Indonesia diprediksi akan berdampak pada sejumlah indikator ekonomi, termasuk bursa saham Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengenaan tarif impor baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada kepada puluhan negara, tidak terkecuali Indonesia diprediksi akan berdampak pada sejumlah indikator ekonomi. Termasuk di dalamnya bursa saham Indonesia yang diprediksi bakal mengalami tekanan berat.
Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi memperkirakan, kebijakan ini akan berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar mulai dibuka kembali pada 8 April 2025 mendatang.
Baca Juga: Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
“IHSG akan bergerak melemah dalam rentang level support 6.150 dan resistance 6.660, meski tren jangka pendek menunjukkan penguatan tren sebelum libur bursa,” kata Audi melalui pesan singkat.
Dalam hal ini, Indonesia dikenai tarif 32%, Malaysia 24%, Singapura 10%, Filipina 17%, Kamboja 49% dan Vietnam 46%. Pengenaan tarif impor tinggi AS kepada Indonesia bakal berdampak ekonomi besar.
Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi memperkirakan, kebijakan ini akan berimbas pada pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat pasar mulai dibuka kembali pada 8 April 2025 mendatang.
Baca Juga: Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
“IHSG akan bergerak melemah dalam rentang level support 6.150 dan resistance 6.660, meski tren jangka pendek menunjukkan penguatan tren sebelum libur bursa,” kata Audi melalui pesan singkat.
Dalam hal ini, Indonesia dikenai tarif 32%, Malaysia 24%, Singapura 10%, Filipina 17%, Kamboja 49% dan Vietnam 46%. Pengenaan tarif impor tinggi AS kepada Indonesia bakal berdampak ekonomi besar.
Lihat Juga :