Menilik Alasan di Balik Trump Terapkan Tarif Impor 32% ke Indonesia
Jum'at, 04 April 2025 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, slogan ‘Make America Great Again' didasarkan pada pandangan Trump soal kejayaan ekonomi AS, yang dalam situasi saat ini justru pertumbuhannya mengalami stagnasi.
“Trump membawa satu agenda yang disebut sebagai bagaimana mengembalikan kejayaan Amerika, ‘Make America Great Again'. Nah itu dilatarbelakangi oleh suatu, saya kira pandangan Trump ya, bahwa selama ini perekonomian Amerika itu, tidak tumbuh dengan baik,” ujar Fadhil saat diskusi Indef, Jumat (4/4/2025).
Perkara lain yang menjadi pondasi ‘Make America Great Again' adalah kondisi fiskal AS yang kurang baik, utang AS yang terus menggunung, kehilangan basis daya saing di sektor industri, serta membukukan defisit neraca perdagangan. Persoalan-persoalan tersebut merupakan imbas dari makro ekonomi AS yang tidak stabil.
“Kemudian juga banyak membawa beban, baik dari sisi fiskalnya ya, yang hutang semakin meningkat, kemudian juga kehilangan basis daya saing daripada industri-nya ya, kemudian juga apa namanya, mengalami neraca perdagangan yang defisit ya, dan seterusnya dan seterusnya,” paparnya.
Selain itu, potret birokrasi pemerintahan AS sebelumnyapun dipandang buruk atau tidak efisien. “Nah, kemudian juga pandangan Trump ini menyangkut terkait dengan government ya, birokrasi pemerintahan yang sangat besar yang tidak efisien gitu. Nah, oleh karena itu agenda ekonomi Trump itu untuk mewujudkan Make America Great Again itu setidaknya ada empat gitu ya,” beber dia.
“Trump membawa satu agenda yang disebut sebagai bagaimana mengembalikan kejayaan Amerika, ‘Make America Great Again'. Nah itu dilatarbelakangi oleh suatu, saya kira pandangan Trump ya, bahwa selama ini perekonomian Amerika itu, tidak tumbuh dengan baik,” ujar Fadhil saat diskusi Indef, Jumat (4/4/2025).
Perkara lain yang menjadi pondasi ‘Make America Great Again' adalah kondisi fiskal AS yang kurang baik, utang AS yang terus menggunung, kehilangan basis daya saing di sektor industri, serta membukukan defisit neraca perdagangan. Persoalan-persoalan tersebut merupakan imbas dari makro ekonomi AS yang tidak stabil.
“Kemudian juga banyak membawa beban, baik dari sisi fiskalnya ya, yang hutang semakin meningkat, kemudian juga kehilangan basis daya saing daripada industri-nya ya, kemudian juga apa namanya, mengalami neraca perdagangan yang defisit ya, dan seterusnya dan seterusnya,” paparnya.
Selain itu, potret birokrasi pemerintahan AS sebelumnyapun dipandang buruk atau tidak efisien. “Nah, kemudian juga pandangan Trump ini menyangkut terkait dengan government ya, birokrasi pemerintahan yang sangat besar yang tidak efisien gitu. Nah, oleh karena itu agenda ekonomi Trump itu untuk mewujudkan Make America Great Again itu setidaknya ada empat gitu ya,” beber dia.
Lihat Juga :