Jangan Harap Trump Cabut Kebijakan Tarif Impor, Perang Dagang Global Bakal Panjang

Minggu, 06 April 2025 - 10:16 WIB
loading...
Jangan Harap Trump Cabut...
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menekankan, bahwa kebijakan tarif impor terbaru yang belum lama ini diumumkan olehnya tidak akan berubah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menekankan, bahwa kebijakan tarif impor terbaru yang belum lama ini diumumkan olehnya tidak akan berubah. Ia membela keputusannya yang kontroversial untuk memberlakukan tarif timbal balik besar-besaran pada mayoritas mitra dagang Amerika.

Langkah yang diumumkan awal pekan ini telah mengejutkan pasar global dan memicu reaksi dari para pemimpin dunia. Washington memperkenalkan, bea masuk di semua negara berdasarkan prinsip timbal balik, Trump menyebutnya sebagai hari kemerdekaan ekonomi bagi Amerika Serikat.

"Bagi banyak investor yang datang ke Amerika Serikat dan menginvestasikan sejumlah besar uang, kebijakan saya tidak akan pernah berubah. Ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi kaya, lebih kaya dari sebelumnya!!" tulis Trump di platform Truth Social-nya seperti dilansir RT.

Baca Juga: Soal Kebijakan Tarif Trump, JK: Ini Tekanan untuk Negosiasi

Presiden tetap bersikeras, bahkan ketika tarif impor baru menghantam pasar saham AS hingga menyentuh level terburuk sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, dimana Dow Jones anjlok 2.231 poin pada hari Jumat.

Ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell mengatakan, bahwa dampak kenaikan tarif semakin jelas, bakal berdampak lebih besar dari prediksi sebelumnya.

"Sementara itu tarif sangat mungkin membuat kenaikan sementara dalam inflasi, mungkin juga efeknya bisa lebih persisten," tambah Powell.

Sementara itu Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt membantah, bahwa pembatasan itu akan merugikan bisnis AS. "Tidak akan ada rasa sakit bagi perusahaan milik Amerika dan pekerja Amerika, karena pekerjaan mereka akan kembali ke rumah, dan sekali lagi, untuk harga, Presiden Trump sedang mengerjakan pemotongan pajak untuk mengembalikan lebih banyak uang ke kantong orang Amerika," katanya kepada NewsNation pada hari Kamis.

Pada 2 April, Trump mengumumkan tarif dasar 10% pada semua impor dan bea masuk "timbal balik" tambahan pada lusinan negara yang menurutnya memiliki ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil dengan AS. Presiden berpendapat bahwa banyak negara "menipu" warga Amerika melalui "kebijakan berbahaya seperti manipulasi mata uang dan pajak pertambahan yang nilainya selangit."

China langsung bereaksi dengan memberlakukan tarif 34% pada barang-barang Amerika, menyamakan dengan pungutan yang dilakukan oleh Trump pada produk China. Sedangkan Uni Eropa (UE) mengutuk tarif impor baru AS dan bersumpah untuk mengadopsi "tindakan penanggulangan lebih lanjut" sebagai tanggapan.

Baca Juga: Bank Raksasa Jerman Memperingatkan Kejatuhan Dolar AS, Ini Dasarnya

Lain lagi dengan Kanada yang mengatakan, bakal melawan "serangkaian tarif yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan" Trump dengan pungutan 25% pada mobil yang diimpor dari AS.

Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala mengatakan, bahwa perang dagang habis-habisan hanya akan "merusak ekonomi global." Dia memperingatkan, bahwa tarif menyebabkan kontraksi sekitar 1% dari perdagangan global.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Pemain Inggris Tolak...
Pemain Inggris Tolak Jabat Tangan Thomas Partey di Piala Dunia 2026
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved