Smelter PT Ceria Masuk Tahap Akhir, Produksi Komersial FeNi Ditarget Akhir April
Selasa, 08 April 2025 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh pasokan listrik Smelter PT Ceria juga berasal dari PLN UID Sulselrabar yang telah mengantongi Renewable Energy Certificate (REC). Memastikan penggunaan energi hijau dan mendukung target dekarbonisasi nasional. “Dengan penggunaan listrik hijau ini, produk nikel PT Ceria memiliki jejak karbon yang minimal, mendukung industri nikel berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Pertambangan Berkelanjutan
Tidak hanya di sektor hilirisasi , implementasi ESG PT Ceria juga diterapkan secara menyeluruh di area tambang nikel di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. PT Ceria mengedepankan prinsip good mining practice yang mencakup pengelolaan lingkungan (environmental), pemberdayaan sosial masyarakat (social responsibility), dan tata kelola perusahaan yang baik (governance).
Dalam aspek lingkungan, PT Ceria melaksanakan pengelolaan reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang secara berkelanjutan, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta perlindungan kawasan lindung di sekitar wilayah tambang. Perusahaan juga menerapkan sistem manajemen air terpadu untuk menjaga kualitas air lingkungan.
Dari sisi sosial, PT Ceria mengutamakan pemberdayaan tenaga kerja lokal dan pengembangan UMKM. Kemudian program pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar, serta menjaga hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan lokal.
Sementara itu, penerapan prinsip governance diwujudkan dalam sistem operasional yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Pengawasan internal yang ketat, dan keterbukaan informasi kepada publik, khususnya dalam pengelolaan aspek lingkungan dan sosial.
“Sebagai perusahaan PMDN, PSN, dan Obvitnas, PT Ceria berkomitmen membangun ekosistem industri nikel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, mulai dari tambang hingga produk hilir,” jelasnya.
Pertambangan Berkelanjutan
Tidak hanya di sektor hilirisasi , implementasi ESG PT Ceria juga diterapkan secara menyeluruh di area tambang nikel di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka. PT Ceria mengedepankan prinsip good mining practice yang mencakup pengelolaan lingkungan (environmental), pemberdayaan sosial masyarakat (social responsibility), dan tata kelola perusahaan yang baik (governance).
Dalam aspek lingkungan, PT Ceria melaksanakan pengelolaan reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang secara berkelanjutan, pengendalian erosi dan sedimentasi, serta perlindungan kawasan lindung di sekitar wilayah tambang. Perusahaan juga menerapkan sistem manajemen air terpadu untuk menjaga kualitas air lingkungan.
Dari sisi sosial, PT Ceria mengutamakan pemberdayaan tenaga kerja lokal dan pengembangan UMKM. Kemudian program pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar, serta menjaga hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan lokal.
Sementara itu, penerapan prinsip governance diwujudkan dalam sistem operasional yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan. Pengawasan internal yang ketat, dan keterbukaan informasi kepada publik, khususnya dalam pengelolaan aspek lingkungan dan sosial.
“Sebagai perusahaan PMDN, PSN, dan Obvitnas, PT Ceria berkomitmen membangun ekosistem industri nikel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, mulai dari tambang hingga produk hilir,” jelasnya.
Lihat Juga :