Rusia Klaim Punya Cadangan Energi Terbesar di Dunia, Bisa Berproduksi 500 Tahun
Rabu, 16 April 2025 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Disebutkan juga Rusia menyimpan sumber daya yang belum dimanfaatkan secara signifikan untuk mempertahankan produksi minyak dan kondensat tidak kurang dari 540 juta ton per tahun dan membangun kapasitas cadangan untuk merespons secara fleksibel terhadap pergeseran permintaan global.
Untuk urusan gas alam, Rusia memimpin dunia dengan cadangan 63,4 triliun meter kubik dan merupakan produsen terbesar kedua, menyumbang 16% dari produksi global. Cadangan saat ini akan mencakup 100 tahun produksi, yang dicatat dalam laporan tersebut.
Sumber daya batu bara negara yang dipimpin Vladimir Putin itu diperkirakan mencapai 272,7 miliar ton, cukup untuk bertahan lebih dari 500 tahun. Rusia menempati urutan kelima dalam cadangan batu bara global dan keenam dalam produksi.
Rusia juga merupakan pemain utama dalam uranium, dimana memegang 705.000 ton – cadangan terbesar keempat di dunia – dan menyumbang 5% dari produksi global. Cadangan tersebut memastikan operasi sektor energi nuklir Kremlin yang stabil.
Laporan itu juga mengatakan bahwa meningkatnya permintaan untuk lithium, nikel, tanah jarang, aluminium, dan logam lainnya, akan membuka "peluang baru" untuk pengembangan sumber daya mineral Rusia yang efisien.
Untuk urusan gas alam, Rusia memimpin dunia dengan cadangan 63,4 triliun meter kubik dan merupakan produsen terbesar kedua, menyumbang 16% dari produksi global. Cadangan saat ini akan mencakup 100 tahun produksi, yang dicatat dalam laporan tersebut.
Sumber daya batu bara negara yang dipimpin Vladimir Putin itu diperkirakan mencapai 272,7 miliar ton, cukup untuk bertahan lebih dari 500 tahun. Rusia menempati urutan kelima dalam cadangan batu bara global dan keenam dalam produksi.
Rusia juga merupakan pemain utama dalam uranium, dimana memegang 705.000 ton – cadangan terbesar keempat di dunia – dan menyumbang 5% dari produksi global. Cadangan tersebut memastikan operasi sektor energi nuklir Kremlin yang stabil.
Laporan itu juga mengatakan bahwa meningkatnya permintaan untuk lithium, nikel, tanah jarang, aluminium, dan logam lainnya, akan membuka "peluang baru" untuk pengembangan sumber daya mineral Rusia yang efisien.
Lihat Juga :