Rusia Klaim Punya Cadangan Energi Terbesar di Dunia, Bisa Berproduksi 500 Tahun
Rabu, 16 April 2025 - 07:27 WIB
loading...
Laporan pemerintah yang baru saja dirilis mengungkap, bahwa Rusia masih memiliki cadangan minyak besar selama beberapa dekade ke depan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Laporan pemerintah yang baru saja dirilis mengungkap, bahwa Rusia masih memiliki cadangan minyak besar selama beberapa dekade ke depan. Selain itu gas alam Rusia cukup untuk bertahan satu abad, dan batu bara bisa terus menghasilkan sepanjang 500 tahun dengan tingkatan produksi saat ini.
'Strategi Energi Rusia hingga 2050' – sebuah dokumen yang menguraikan visi negara untuk sektor energi dan tanggapan terhadap tantangan global – disetujui oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin.
"Dengan cadangan terbesar di dunia, Rusia berada di posisi yang baik untuk memasok sumber daya energi tradisional ke pasar global dan mempertahankan perannya sebagai produsen utama," kata laporan itu seperti dilansir RT.
Baca Juga: Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
Rusia memiliki lebih dari 31 miliar ton cadangan minyak yang terbukti, cukup untuk produksi lebih dari 65 tahun pada tingkat saat ini. Ini menempati peringkat ketiga secara global dalam cadangan minyak dan kedua dalam output, terhitung 10% dari pasokan dunia, tambah laporan itu.
'Strategi Energi Rusia hingga 2050' – sebuah dokumen yang menguraikan visi negara untuk sektor energi dan tanggapan terhadap tantangan global – disetujui oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin.
"Dengan cadangan terbesar di dunia, Rusia berada di posisi yang baik untuk memasok sumber daya energi tradisional ke pasar global dan mempertahankan perannya sebagai produsen utama," kata laporan itu seperti dilansir RT.
Baca Juga: Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
Rusia memiliki lebih dari 31 miliar ton cadangan minyak yang terbukti, cukup untuk produksi lebih dari 65 tahun pada tingkat saat ini. Ini menempati peringkat ketiga secara global dalam cadangan minyak dan kedua dalam output, terhitung 10% dari pasokan dunia, tambah laporan itu.
Lihat Juga :