Kembali Raih PROPER, GRP Tegaskan Peran Aktif dalam Industri Hijau

Rabu, 16 April 2025 - 14:30 WIB
loading...
Kembali Raih PROPER,...
Pencapaian ke-12 kali meraih penghargaan PROPER Biru, menjadi bukti nyata konsistensi PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) terhadap regulasi lingkungan sekaligus mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) kembali meraih penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Pencapaian ke-12 kali tersebut, menjadi bukti nyata konsistensi perusahaan dalam menjaga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan sekaligus mengedepankan prinsip- prinsip keberlanjutan dalam setiap proses bisnisnya.

Presiden Direktur GRP, Fedaus menyampaikan, pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi kolektif seluruh tim GRP yang konsisten menjaga standar tinggi dalam pengelolaan lingkungan. “Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan industri tidak hanya diukur dari skala bisnis. Tetapi, juga dari seberapa besar kontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” jelas Fedaus.

PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan program evaluasi tahunan Kementerian Lingkungan Hidup yang menilai kepatuhan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup. Penilaian mencakup aspek-aspek krusial seperti pengelolaan perizinan lingkungan, pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan limbah B3 dan non-B3, hingga implementasi dokumen lingkungan seperti AMDAL dan UKL-UPL secara menyeluruh.

Baca Juga: Menuju Industri Baja yang Hijau dan Kompetitif, GRP Tegaskan Komitmen Transformasi

Selama lebih dari dua dekade, PROPER menjadi instrumen penting dalam mendorong dunia usaha untuk tidak sekadar taat aturan, tetapi juga menjadi pelaku aktif transformasi menuju industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab. ”Ribuan perusahaan dievaluasi setiap tahun. Namun, hanya sebagian yang mampu mempertahankan konsistensi seperti GRP. Ini kebanggaan sekaligus tantangan buat kami,” lanjut Fedaus.

Tidak hanya PROPER, perusahaan, imbuh Fedaus, juga terus memperluas kiprahnya sebagai pelaku industri yang berorientasi pada masa depan rendah karbon. Baru-baru ini, GRP memperoleh Standar Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sebuah tolok ukur nasional dalam mewujudkan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan peningkatan daya saing industri berkelanjutan.

Sebagai bentuk transparansi terhadap dampak lingkungan dari produk-produknya, GRP juga telah memperoleh Environmental Product Declaration (EPD) untuk pasar ekspor. Sertifikasi ini mengafirmasi keterbukaan GRP dalam melaporkan jejak karbon dan siklus hidup produk baja sesuai standar internasional.

Sementara untuk pasar domestik, GRP menerima sertifikasi Green Label Indonesia dari Green Product Council Indonesia (GPCI) sebagai pengakuan atas produk-produk yang memenuhi kriteria ramah lingkungan.

“Capaian ini mencerminkan arah transformasi kami sebagai perusahaan baja modern yang tidak hanya efisien dan kompetitif, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan,” lanjut Fedaus.

Menurutnya, GRP akan terus berinovasi dalam hal efisiensi energi, serta penerapan teknologi rendah karbon untuk mendukung target nasional menuju net zero emission. “Keberlanjutan bukan sekadar tujuan. Tetapi, juga jalan yang kami pilih untuk terus tumbuh dan memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan, masyarakat, maupun masa depan industri baja Indonesia,” tutup Fedaus.

Pengamat ekonomi lingkungan IPB University, Aceng Hidayat, mengapresiasi komitmen GRP terhadap lingkungan dan keberlanjutan. ”PT Gunung Raja Paksi Tbk merupakan contoh industri yang sangat peduli dan komit terhadap lingkungan. Bisa dikategorikan sebagai green industry. Saya harap, akan banyak lagi industri-industri lain yang juga komit terhadap lingkungan,” kata Aceng.

Menurut Aceng, kepatuhan lingkungan dan peran aktif GRP dalam industri hijau, juga merupakan investasi untuk meningkatkan daya saing di masa mendatang. Terlebih karena pasar global memang sangat concern terhadap lingkungan.

”Daya saing semakin meningkat. Industri hijau yang menerapkan keberlanjutan dan berkomitmen pada pengurangan emisi karbon, akan mendapatkan pasar sendiri,” kata Aceng.

Baca Juga: Genjot Produksi Baja Rendah Karbon, GRP Kantongi Investasi Rp916,2 M dari IFC

Karena itulah Aceng juga optimistis, GRP akan leading dalam dua hal. Pertama, lanjutnya, dalam arti bahwa perusahaan mendorong sustainability secara ekologi. ”Kedua, perusahaan juga meng-create keberlanjutan secara bisnis. Makanya, industri seperti GRP akan dicari pasar luar negeri, termasuk Eropa. Ini luar biasa,” pungkas Aceng.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Amdatara dan Badan Geologi...
Amdatara dan Badan Geologi Perkuat Sinergi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
ASABRI Perkuat Investasi...
ASABRI Perkuat Investasi Sosial Melalui Program Berkelanjutan
Inisiatif Hijau Ajinomoto...
Inisiatif Hijau Ajinomoto Perkuat Kesejahteraan Berkelanjutan
Penerapan EMS Bantu...
Penerapan EMS Bantu Transparansi Energi untuk Laporan ESG
Pembangunan Ekonomi...
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Ciomy Ciptakan Lapangan Kerja di Garut
Pasar Properti Bergairah,...
Pasar Properti Bergairah, Nilai Penjualan Grand Tenjo Residence Melesat
Proper dan Pembiayaan...
Proper dan Pembiayaan Hijau
Rekomendasi
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Lolos dari Pemakzulan dalam Sidang Senat AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved