Trump Masukkan Biaya Pasukan AS dalam Negosiasi Tarif Korea-Jepang

Kamis, 17 April 2025 - 17:07 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: China kepada AS: Berhenti Mengancam dan Memeras!

Membuka kembali pembicaraan pertahanan adalah "taktik tekanan yang disengaja" oleh Trump, kata Danny Russel di Asia Society Policy Institute. "Trump telah menjelaskan bahwa ia melihat hubungan aliansi sebagai transaksional dan bertekad untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang sepadan dengan nilai payung pertahanan AS," katanya.

Sesaat sebelum pemilihan umum AS tahun lalu, Korea Selatan dan pemerintahan Presiden AS saat itu Joe Biden bergegas menandatangani SMA lima tahun yang baru, yang mana Seoul akan meningkatkan kontribusinya terhadap pemeliharaan pasukan AS di negara tersebut sebesar 8,3% menjadi USD1,47 miliar pada tahun pertama, dengan peningkatan selanjutnya dikaitkan dengan indeks harga konsumen. Namun, pertaruhan itu tampaknya telah gagal, kata seorang pejabat keamanan Korea Selatan yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk membahas masalah tersebut.

SMA dimulai pada tahun 1991 dan yang ditandatangani tahun lalu adalah perjanjian ke-12 antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres AS minggu lalu, komandan Pasukan AS di Korea serta jenderal yang bertanggung jawab atas semua pasukan AS di kawasan Indo-Pasifik, Xavier Brunson, memuji kontribusi Korea Selatan terhadap anggaran pertahanan, dan pembelian besar-besaran senjata dan pesawat tempur Amerika. "Investasi strategis ini menggarisbawahi kemitraan yang langgeng antara kedua negara kita," katanya.

Jepang memiliki penempatan pasukan AS terbesar di luar negeri secara global, skuadron jet tempur dan satu-satunya kelompok penyerang kapal induk yang dikerahkan di garis depan milik Washington. Berdasarkan perjanjian yang dinegosiasikan pada tahun 2022 dan akan berakhir pada Maret 2027, menurut kementerian luar negeri Jepang, biaya tahunan rata-rata yang ditanggung negara itu untuk pemeliharaan pasukan AS berjumlah sekitar 211 miliar yen atau sekitar USD1,48 miliar.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Rekomendasi
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Jon Bon Jovi Mendadak...
Jon Bon Jovi Mendadak Hentikan Konser, Ternyata Ini Penyebabnya!
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved