Jaga Pertumbuhan Ekonomi Biru, Kadin-KKP Mitigasi Dampak Tarif Trump
Jum'at, 18 April 2025 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tornanda Syaifullah memastikan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik untuk mengantisipasi masalah tarif tersebut. Tornanda mengatakan, masih ada waktu 90 hari dari pertama kali tarif impor diumumkan untuk para pelaku usaha dan pemerintah sama-sama bergerak mencari jalan keluar.
Baca Juga: Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN
"Yang paling penting adalah ini satu momen dimana kita harus mengubah dari hulu sampai hilir. Ini harus tertata dengan baik. Pada prinsipnya kita ingin juga produk kita ini itu laku di pasar internasional," kata Tornanda.
Dia menambahkan, jika seandainya ekspor ke AS nantinya terhenti karena tarifnya terlampau tinggi, maka Indonesia mungkin harus mencari harus pasar-pasar lain yang selama ini belum dijangkau. "Kita harus cari, misalnya ke Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa. Cuma masalahnya adalah bagaimana caranya kita menata ini, hulu-hilir kita ini, hilir kita nggak akan jadi kalau seandainya hulu kita nggak baik," tuturnya.
Tornanda pun berharap kerja sama dari semua pihak, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, akademisi, sehingga produk ekonomi biru Indonesia bisa tetap berjaya di pasar internasional. "Pada intinya kami siap membantu, memberikan kemudahan berusaha, aksesibilitas, juga sampai nanti ini membuka akses pasar bersama-sama," pungkasnya.
Baca Juga: Balas Perang Tarif Trump, Presiden China Xi Jinping Galang Kekuatan di ASEAN
"Yang paling penting adalah ini satu momen dimana kita harus mengubah dari hulu sampai hilir. Ini harus tertata dengan baik. Pada prinsipnya kita ingin juga produk kita ini itu laku di pasar internasional," kata Tornanda.
Dia menambahkan, jika seandainya ekspor ke AS nantinya terhenti karena tarifnya terlampau tinggi, maka Indonesia mungkin harus mencari harus pasar-pasar lain yang selama ini belum dijangkau. "Kita harus cari, misalnya ke Timur Tengah, Asia Tenggara, Eropa. Cuma masalahnya adalah bagaimana caranya kita menata ini, hulu-hilir kita ini, hilir kita nggak akan jadi kalau seandainya hulu kita nggak baik," tuturnya.
Tornanda pun berharap kerja sama dari semua pihak, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, akademisi, sehingga produk ekonomi biru Indonesia bisa tetap berjaya di pasar internasional. "Pada intinya kami siap membantu, memberikan kemudahan berusaha, aksesibilitas, juga sampai nanti ini membuka akses pasar bersama-sama," pungkasnya.
(fjo)
Lihat Juga :