Dikepret Tarif Trump, KKP Siap Cari Pasar Alternatif

Minggu, 20 April 2025 - 09:59 WIB
loading...
Dikepret Tarif Trump,...
KKP memastikan Indonesia akan mencari pasar alternatif untuk menyikapi tarif impor dari Amerika Serikat. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP ) memastikan bahwa Indonesia akan mencari pasar alternatif sebagai respons dari kebijakan tarif impor yang dikenakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Tornanda Syaifullah mengatakan, langkah ini sebagai salah satu upaya mencari solusi terbaik untuk penyelesaian masalah hambatan perdagangan tersebut.

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Satgas PHK Hadapi Dampak Perang Tarif

"Yang paling penting adalah ini satu momen di mana kita harus mengubah dari hulu sampai hilir. Ini harus tertata dengan baik. Pada prinsipnya kita ingin juga produk kita ini itu laku di pasar internasional," kata Tornanda.

Menurut dia, seandainya tarif impor yang dikenakakan Amerika nantinya tetap terlalu tinggi, maka kemungkinan Indonesia perlu mencari pasar-pasar yang selama ini belum dijangkau. "Kita harus cari, misalnya ke Arab, Asia Tenggara, Eropa," tuturnya.

Baca Juga: Rusia dan China Bahas Jaminan untuk Kesepakatan Nuklir Iran dengan AS

Tornanda juga meminta semua pihak, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, hingga akademisi, memiliki visi yang searah. Dengan begitu, diharapkan produk-produk ekonomi biru Indonesia bisa tetap berjaya di pasar internasional.

Tornanda menegaskan, KKP juga siap membantu, bersinergi dan juga memberikan kemudahan berusaha, aksesibilitas, termasuk dengan membuka akses pasar dan promosi. "Pada intinya kami siap membantu, siap bersinergi dan juga memberikan kemudahan berusaha, aksesibilitas, juga sampai nanti membuka akses pasar, juga promosi kita sama-sama nanti dengan kementerian lainnya," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Pengamat: Dugaan Manipulasi...
Pengamat: Dugaan Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Harus Diusut demi Kepastian Hukum
Rekomendasi
Prakiraan Cuaca Jakarta...
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 24 Juni 2026: Berawan Sejak Pagi, Berpotensi Hujan Ringan Sore Hari
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Hasil RUPST MNC Energy...
Hasil RUPST MNC Energy Investments untuk Tahun Buku 2025
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved