Meluruskan Persepsi dan Menguak Rahasia MSG Melalui Demo Masak

Senin, 21 April 2025 - 19:25 WIB
loading...
Meluruskan Persepsi...
Dalam acara bertajuk, MSG: Bikin Halal Bi Halal Mu Makin Epic, para pakar membahas secara obyektif dan faktual tentang MSG dan manfaatnya. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dalam acara bertajuk, ' MSG : Bikin Halal Bi Halal Mu Makin Epic', para pakar membahas secara obyektif dan faktual tentang MSG dan manfaatnya bagi tubuh manusia. Sekaligus menjelaskan berbagai mitos yang berkembang di masyarakat Indonesia, tentang MSG alias Micin alias Vetsin, tentang penyedap masakan , yang sering kita temui, saat menikmati makanan Bakso, Mie Ayam, Nasi Goreng serta berbagai jenis makanan lainnya.

Seperti kita ketahui bahwa MSG telah digunakan selama lebih dari satu abad untuk meningkatkan dan menyeimbangkan rasa gurih dalam makanan. Seluk beluk seputar MSG dibahas lewat sharing sesion yang dikombinasikan dengan acara demo masak bersama Melliana Eka S,Tr,Gz selaku Ahli Gizi dari Healthy Go Catering, Satria Gentur Pinandita selaku Ketua erkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI), Chef Syafril Ramadhan atau lebih dikenal Chef Rama serta Chef Andre dari Master-Kichen Mamasuka.

Baca Juga: Jangan Salahkan MSG Kalau Otak Lemot

Satria Gentur Pinandita memaparkan, serta menerangkan bagaimana MSG itu merupakan bahan tambahan pangan alami yang diproduksi dengan teknologi fermentasi dengan menggunakan baku baku utama tetes tebu, "MSG dapat memberikan rasa Umami atau gurih pada masakan yang berkuah serta mampu mengurangi penggunaan garam sehingga masakan tersebut akan lebih sehat," ucap Satria.

Pada paparan lainnya, Melliana Eka menjelaskan, mengenai makanan bergizi itu adalah suatu makanan yang seimbang dari mulai kecukupan protein, karbohidrat, serta keseimbangan rasa yang di dapat dari bahan pangan tambahan seperti MSG, karena makanan yang di konsumsi jangan sampai terasa hambar sehingga membuat orang yang menyantapnya tidak selera.

Oleh karena itu dibutuhkan bahan pangan tambahan berupa MSG yang dapat memberikan rasa gurih serta membuat orang lebih lahap dalam menyantapnya, "makanan yang bergizi itu tidak hanya sekedar untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh, tapi mengabaikan rasa, karena dari rasa itu segala komponen makanan dapat dirasakan oleh lidah dan menambah selera orang itu," ujar Eka.

MSG bersifat “self limiting”, penambahan berlebihan menimbulkan rasa tidak enak manusia mampu secara otomatis membatasi kebutuhan MSG, jika berlebihan akan menimbulkan rasa yang tidak disukai dengan sendirinya. Tidak ada satu pun makanan yang terbaik atau terburuk, melainkan hanyalah porsi tepat atau tidak.

Masyarakat dinilai harus mulai memahami bahwa MSG adalah bumbu rasa umami yang terdiri dari Sodium, Asam Glutamat dan Air. Menurut lembaga keamanan pangan dunia (JECFA-FAO/WHO) dan nasional(BPOM/Kemenkes) MSG aman dikonsumsi. Berbagai penelitian pada manusia terbukti MSG tidak memberatkan beberapa kondisi penyakit.

Dalam Jurnal Mutu Pangan Vol. 1(2) :83-90, 2014 disebutkan bahwa Penggunaan bumbu umami dapat meningkatkan asupan gizi pasien TBC dan mempercepat penyembuhan penyakit. Hal ini memperkuat penelitian sebelumnya dari The American Journal of Clinical Nutrition edisi Vol 90, September 2009 tentang Uji Klinis Glutamat untuk Peningkatan Gizi dan Kesehatan pada Lansia di Jepang.

Dalam acara cooking class dan demo masak juga diajarkan mengenai penggunaan MSG yang tepat, seperti menu hari ini adalah bagaimana membuat masakan berkuah seperti sup iga, dipandu oleh chef Rama dan Chef Andre memberikan pelajaran dari mulai perebusan daging hingga pemberian bumbu yang tepat.

Dalam suasana acara yang hangat dan penuh kebersamaan, Satria Gentur Pinandita selaku Ketua P2MI berharap semua pihak turut serta secara aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas dengan segala lapisan usahanya yang menggunakan bahan-bahan alami dalam makanan mereka.

Baca Juga: Tren Pangan 2022: Pakar Ungkap Informasi Seputar MSG

Serta memberikan ketenangan mengenai bagaimana amannya MSG itu apabila digunakan sebagai penyedap rasa, serta memberikan tanggapan positif atas segala usaha pengurus P2MI dalam memberikan edukasi atau contoh bagaimana penggunaan MSG secara bijak.

"Saya berharap pemerintah ikut berperan aktif dari mulai hulu hingga hilir dari mulai lahan pertanian tebu hingga pabrik yang mengolah tebu itu menjadi bahan dasar dari industri pangan maupun industri lainnya, karena kebutuhan akan tebu ini dan turunannya masih sangat banyak terutama bagi industri pangan dimana MSG itu dihasilkan dari produk alami, serta Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat memberikan edukasi bahwa produk MSG itu sangat aman untuk dikonsumsi," tutup Satria.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerbang Utama bagi Brand...
Gerbang Utama bagi Brand Korea untuk Berekspansi ke Indonesia
Inalum Teken Kerja Sama...
Inalum Teken Kerja Sama Global dalam Perhelatan World Expo 2025
Belanja Cepat Jadi Habit...
Belanja Cepat Jadi Habit Baru Masyarakat Urban
Era Serba Cepat, Fulfillment...
Era Serba Cepat, Fulfillment All-in-One Kunci Skalabilitas dan Efisiensi Bisnis
BRI Life Konsisten Perluas...
BRI Life Konsisten Perluas Inklusi Keuangan Lewat Transformasi Digital
BRI Life Jalin Kerja...
BRI Life Jalin Kerja Sama Strategis dengan International Assistance, Perluasan Layanan
Ramadan dan Idulfitri,...
Ramadan dan Idulfitri, Kolaborasi Lemonilo-Gaabor Hadirkan Kolaborasi Penuh Makna
Fantastis! Acara Masak...
Fantastis! Acara Masak Baru Meghan Markle di Netflix Raih Penghasilan Rp3 Triliun
Dukung UMKM, Brand Ini...
Dukung UMKM, Brand Ini Gelar Cooking Demo untuk Maksimalkan Kreativitas Memasak
Rekomendasi
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved