Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun

Selasa, 22 April 2025 - 14:50 WIB
loading...
A A A
Seperti dilansir Bloomberg, Allen dan pasangan sering melakukan perjalanan ke Oregon untuk berkemah selama bertahun-tahun. Akan tetapi agenda itu terganggu tahun ini, dimana mereka akan berkeliling British Columbia sebagai gantinya.

"Kami tidak hanya tinggal di rumah. Kami akan menghabiskan uang yang sama di tempat lain," kata Allen, (34 tahun).

Keraguan Allen tidak berhenti di situ. Dia membatalkan langganan Netflix-nya dan secara aktif menghindari barang impor Amerika. "Sekarang kami membutuhkan waktu dua kali lipat, untuk melihat dari mana produk itu berasal," katanya.

Wisatawan internasional di AS pada tahun lalu menghabiskan USD254 miliar untuk memenuhi kebutuhannya hingga mencetak rekor, berdasarkan angka ITA. Memasuki tahun 2025, prospeknya positif: ITA memproyeksikan pada awal Maret bahwa AS akan menyambut 77 juta wisatawan tahun ini, meski di bawah rekor 2019, sebelum mendorong ke level tertinggi baru pada tahun 2026.

Kondisi saat ini menurut analisis Bloomberg Intelligence, membuat pengeluaran ritel yang hampir menyentuh USD20 miliar dari turis internasional di AS mungkin berisiko berkurang.

Tanda-tanda awal kemunduran tajam sudah muncul. Tarif pesawat, tarif hotel, dan biaya sewa mobil turun pada bulan Maret, menurut laporan bulanan Biro Statistik Tenaga Kerja tentang harga konsumen yang diterbitkan 10 April. Ekonom di Goldman Sachs dan HSBC Holdings Plc mengatakan permintaan yang lebih rendah, termasuk dari wisatawan asing, kemungkinan menjadi penyebabnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved